PELAIHARI POST

Artikel

Batu Lima Ku Jangan Kau Mati Suri

Jum'at, 15 Februari 2013, 07:03:31 wita
Batu Lima Ku Jangan Kau Mati Suri

Basuki Rachmat

PELAIHARI POST 電 Ketika kita memplanning untuk menghabiskan akhir pekan disebuah tempat wisata, pasti sudah dibayangkan betapa sejuknya berada di tempat wisata yang bakal kita tuju, terlebih mengajak seisi rumah (keluarga) untuk mendatangi tempat wisata yang sudah ditentukan tempatnya.

Persiapan pun dilakukan, sebut saja mulai dari makanan ringan, perlengkapan anak-anak, uang saku untuk bayar saat masuk ke tempat wisata, hingga sampai kondisi kendaraan yang akan mengantarkan keluarga ke tempat wisata.

Sudah komplit semua persiapan, perlahan namun pasti sasaran menuju tempat wisata pun dituju. Dalam perjalanan sudah terbayang indahnya tempat wisata yang dituju, berikut canda tawa suara anak-anak yang turut serta.

Akhirnya dipilihlah wisata pantai Batu Lima di Kecamatan Panyipatan. Khas dari wisata ini terdapat adanya 5 buah batu berukuran besar yang bertengger tidak jauh dari pesisir pantai.

Rasa penasaran semakin menguat, manakala di lokasi yang baru dibilang pertama akan dikunjungi ini terdapat sejumlah fasilitas pendukungnya.

Selang waktu kurang lebih 3 jam perjalanan, tiba lah di tempat yang menjadi penasaran itu plus baru kali pertama dikunjungi.

Tapi, alamak…ternyata tidak jauh ubahnya seperti sebuah kota mati kondisinya ketika didatangi langsung.

Kondisi pantai juga meragukan untuk anak-anak jika ingin mandi, sebab memang kurang sip yang banyak ditemukan endapan lumpur. Selain itu sarana pendukung wisata pantai yang ada lebih parah.

Kekurangan di fasilitas sangat terlihat jelas sekali, lantas bagaimana orang atau pengunjung ingin nginap seraya menikmati alam pantai.

Hanya bisa mengurut dada ketika tiba dilokasi, kendati tidak jauh dari keberadaan lokasi wisata pantai di tetangganya.

Sungguh mati suri, tidak kah mampu untuk dikembangkan, sementara konon pula di wisata tersebut memiliki legenda khas berupa ‘Mandi Badudus’.

Seraya memutar otak, andaikan lokasi ini dikelola oleh pihak ketiga, mungkin tidak akan seperti sekarang kondisinya, sisi lain daerah ikut terbantu dalam ikut mempromosikan wisata andalan.

Itu mungkin baru secuil persoalan yang segunung dihadapi, pada sisi keamanan juga bagaimana, apakah memang benar-benar memberikan service aman, nyaman kepada pengunjung.

Sangat sayang rasanya jika harus bernasib mati suri, sebab barangkali master plan Batu Lima di daerah itu sudah disiapkan dan ada di kantor atau dinas terkait. (*)


Berita terkait  
tag:batu,lima,ku

Kecamatan Pelaihari Diprogramkan sebagai Kota Tanpa Kumuh
Selasa, 02 Oktober 2018, 19:44:05 wita

Mimpi Murjani Kini Terwujud, Dapat Bantuan Kursi Roda
Senin, 10 September 2018, 23:13:47 wita