PELAIHARI POST

Artikel

Peristiwa Lupa

Jum'at, 22 Februari 2013, 02:27:45 wita
Peristiwa Lupa

Ratih Kusuma Putri, S.Psi.

PELAIHARI POST 電 Oleh: Ratih Kusuma Putri, S.Psi.

(Alumni Fak. Psikologi UMM tinggal di Panyipatan)

Waduhhhh….Ency tadi kan pergi ke Pelaihari mo sekalian ngambil uang di ATM untuk bayar hutang ke Barra. Kok jadi lupa sih…padahal kan Ency dah janji bayarnya hari ini…. Masak iya Ency mesti balik lagi ke Pelaihari. Kan perjalanan Batu Mulia ke Pelaihari jauh… gimana nich???

Itulah salah satu contoh peristiwa lupa yang terjadi pada Ency. Secara tidak sengaja Ia telah melupakan janjinya kepada Barra. Peristiwa lupa bisa saja terjadi pada kita dalam kehidupan sehari-hari, kadangkala membuat jengkel. Terlebih apabila yang kita lupakan membuat hubungan kita menjadi kurang baik dengan orang lain.

Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa (forgetting) sebagai ketidakmampuan untuk mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari sebelumnya. Namun ketidakmampuan untuk mengingat ataupun mengenal tersebut, bukan berarti item informasi dan pengetahuan yang ada di memori kita menghilang. Kita tidak mampu me-recall informasi atau pengetahuan tersebut.

Peristiwa lupa tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa dan juga lansia (baik yang masih normal ataupun penderita demensia), tetapi dapat pula terjadi pada anak-anak ataupun juga para remaja. Kadangkala ada sebagian orang yang memanfaatkan peristiwa lupa sebagai upaya penghindaran atas suatu tanggung jawab atau sekedar untuk mendapatkan permakluman dari orang lain.

Ahli kognitif berpendapat bahwa tidak ada alat yang dapat mengukur secara langsung tentang peristiwa lupa. Selain itu kita juga tidak dapat mencegah terjadinya peristiwa lupa. Kita hanya dapat mengurangi terjadinya peristiwa lupa dengan melakukan beberapa siasat-siasat tertentu yang dapat dilakukan, atas kasus-kasus sebagai berikut:

a) Lupa menaruh suatu benda; biasakan untuk menaruh suatu benda di tempat yang mudah terlihat atau di tempat biasa menaruh. Misalnya kunci ditaruh di suatu gantungan, atau di atas kulkas/TV. Lupa dalam menaruh suatu benda biasanya dikarenakan kita menaruhnya pada tempat yang tidak biasa atau di luar kebiasaan kita.

b) Lupa nama seorang kenalan; Untuk mengatasinya, jangan merasa sungkan untuk menyebutkan kembali nama orang tersebut. Selain untuk memastikan bahwa nama yang kita dengar tersebut benar, juga untuk membantu proses perekaman nama tersebut di memori kita. Selain itu fokuskan pikiran untuk mengingat nama tersebut dan jangan terburu-buru untuk mendominasi pembicaraan.

c) Lupa alamat rumah seseorang; Biasakan untuk mencatat alamatnya dengan lengkap. Selain itu Anda juga dapat membuat kesan yang mudah diingat untuk diri Anda sendiri. Misalnya saja dengan mengingat bahwa di seberang rumah terdapat pos kamling dan di sebelah rumahnya terdapat pohon rambutan yang dipasangi ayunan.

d) Lupa pada suatu janji; manfaatkanlah kecanggihan teknologi handphone untuk mencatat daftar agenda Anda (termasuk janji pada seseorang) dan mengatur pengingatnya (alarm). Jika Anda tidak terbiasa menggunakan handphone Anda dapat mencatatnya dalam buku agenda Anda.

e) Lupa terhadap materi pelajaran; Belajarlah lebih giat lagi dari sebelumnya. Kalau semula hanya belajar satu jam dapat ditambah menjadi 1,5 jam atau menambah frekuensi belajar dari yang semula 2 kali dalam sehari menjadi 3 kali dalam sehari. Selain itu kita juga dapat menggunakan beberapa metode muslihat memori seperti menggunakan singkatan, system kata pasak, metode losai, rima, dan system kata kunci.

Agar menjadi orang yang tidak mudah lupa maka hindarilah mengkonsumsi zat-zat kimia berbahaya seperti narkoba, minuman keras, alkohol, konsumsilah makanan yang bergizi dan lindungilah kepala kita agar tidak mudah terbentur (memakai helm pada saat mengendarai motor). Marilah kita jaga kelangsungan fungsi otak kita agar kita dapat menjadi individu yang berdaya guna dan dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan teratur.


Berita terkait  
tag:peristiwa