PELAIHARI POST

Editorial

Angin Segar Guru Honorer

Jum'at, 22 Februari 2013, 03:15:55 wita
Angin Segar Guru Honorer

demo honorer

PELAIHARI POST 電 Kenyataannya tenaga honorer memang dibutuhkan. Sekolah-sekolah di tengah keterbatasan tenaga pengajar, sangat terbantu dengan kehadiran para honorer. Keadaan ini tidak semata-mata kasuistik hanya pada satu dua sekolah semata. Di Kabupaten Tanah Laut saja, menurut data yang dihimpun oleh Forum Komunikasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Honor (FKTPKH) Kabupaten Tanah Laut mencapai 1.200 orang.

Asal muasal dan liku liku masing-masing orang sehingga ditetapkan menjadi tenaga honorer tentu saja berbeda-beda satu sama lain. Bila kemudian ada keinginan dari para guru honorer tersebut diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil, sudah barang tentu sesuatu hal yang wajar. Tidak semata soal kultural yang terkait feodalisme status quo tetapi alasan-alasan praktis pun sebenarnya masuk akal.

Oleh karena itu jawaban yang terdengar lugu dari salah seorang tenaga honorer soal keinginannya untuk menjadi PNS bukanlah sebuah keluguan, tetapi alasan praktis yang cukup masuk akal. Katanya, “harapan kami diangkat menjadi pegawai negeri, kan enak pak jadi pegawai negeri dapat pensiun besar, gajinya juga lumayan”, sejatinya bukanlah sebuah keluguan tetapi bagian dari alasan praktis baginya. Sebagaimana dikemukakan Budayawan Yan Pieter Karafir (Kompas, 17/02/2011) pandangan generasi muda sekalipun sekarang ini, belum juga beranjak dari pemikiran pragmatis ke pegawai negeri yang dianggap pekerjaan mudah dengan jaminan kehidupan sejahtera sampai hari tua.

Terkait guru honorer, kalau kita lihat di daerah lain misalnya, Komite Guru Bekasi pun sudah melakukan demo menuntut agar ribuan tenaga honorer dan petugas sekolah untuk diangkat menjadi PNS (Kompas Online, 2 Juni 2011). Selain soal status kepegawaiannya, tentu saja soal kesejahteraan, yang dirasa belum memadai.

Pemerintah kabarnya, saat ini (TribunNews, 2/8/2011) telah menyiapkan peraturan pemerintah (PP) mengenai pengangkatan pegawai honorer dan pegawai tidak tetap (PTT) menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menurut Presiden PP ini nantinya menjadi semacam solusi untuk membangun sistem pemerintahan yang bersih (good governance) serta birokrasi yang kapabel. Mudahan dengan dikeluarkannya PP ini, nantinya akan memberikan solusi bagi keberadaan para guru honorer. Para guru hononer sekarang ini, setelah diangkat PNS bisa bekerja lebih rajin, lebih semangat dan lebih merasa nyaman, sehingga bisa menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas. Bukan sebaliknya.


Berita terkait  
tag:angin,segar,guru

HUT PGRI di Tànah Laut Dipusatkan di Desa Batu Mulya
Kamis, 29 November 2018, 00:04:01 wita