PELAIHARI POST

Artikel

Trend Jejaring Sosial dan “Demam BBM”

Jum'at, 22 Februari 2013, 06:27:10 wita
Trend Jejaring Sosial dan “Demam BBM”

Maya Ria Dini, S.Hut

PELAIHARI POST 電 Oleh Maya Ria Dini, S.Hut

(Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Kehutanan Unlam, tinggal di Pelaihari)

Untuk anak-anak zaman sekarang, mungkin sudah tidak asing lagi dan dimanjakan dengan teknologi-teknologi yang berkembang sangat pesat sekarang. Berbagai macam gadget, membuat kita terasa begitu mudah menjelajah belahan dunia lain dan berselancar di dunia maya.

Salah satu kegunaan gadget dan teknologi sekarang seperti sekarang bisa mengakses internet dengan mudah, dan menawarkan beragam fasilitas. Contoh diantaranya seperti facebook dan twitter, siapa yang tidak mengenalnya? Dua nama itu yang kita tahu sebagai jejaring-jejaring sosial dan pertemanan yang dapat dengan mudah, membuat kita bebas meneksplorasi dan berkreasi menunjukkan kepribadian kita supaya terlihat menarik bagi orang lain seperti teman ataupun kenalan baru yang melihat dan membaca profil kita.

Jejaring-jejaring sosial yang sudah tidak asing di kalangan semua usia tersebut, mungkin sangat dirasakan manfaatnya oleh orang-orang yang di kehidupan nyatanya “agak” susah dan “kurang” bergaul. Mereka justru terlihat sangat berbeda, seperti yang terlihat di status-status facebook maupun kicauan atau timeline di twitter . Mereka benar-benar menjadi orang yang sangat terbuka dan bisa jadi mempunyai teman yang sangat banyak di jejaring sosial tersebut. Sedangkan untuk orang yang memang sudah luwes berteman dan cukup populer di pergaulannya, tidak perlu dipertanyakan lagi sudah dapat dipastikan ketenaran mereka di dunia yang sedang digandrungi ini.

Membicarakan facebook dan dan twitter, kita juga tidak dapat melepaskan dari fasilitas lain yang in sekarang yaitu BBM alias blackberry messenger. Merupakan aplikasi salah satu gadget yang ikut tenar setelah calon presiden USA kala itu Barrack Obama yang masih berkampanye dan sedang naik daun, diketahui menggunakannya dan secara mengejutkan sebagian besar masyarakat seluruh belahan dunia ikut “latah” memakainya. Tak pelak sebagian orang merasa demam dan sekedar latah mengunakannya. Dengan kemudahan berkomunikasi online via chatting dan kecepatan aksesnya untuk mengecek email, memang tidak salah kalau gadget itu memiliki pasaran yang luas sekarang ini.

Hal-hal di atas merupakan salah satu dampak positif yang dapat kita dapatkan, namun kembali lagi dalam melihat suatu hal sebaiknya kita tidak hanya bukan hanya dampak positifnya saja. Perlu juga kita ketahui dampak negatifnya, bukan bermaksud mengajari tapi benarkah yang kita lihat selama ini? Dengan teknologi yang memanjakan kita ini kemudian menjadi sibuk dengan diri sendiri. Tidak jarang kita melihat orang-orang disekitar kita terpaku dan asyik memperhatikan layar saja, tanpa memperhatikan orang-orang di sekitarnya bahkan tidak mendengarkan apa yang sedang orang lain bahas atau bicarakan bahkan suatu saat mereka bisa saja tertawa “sendiri”. Sudah tidak aneh lagi mungkin kita melihat dua atau lebih orang bersebelahan, tapi tidak saling berkomunikasi seakaan-akan hanya raga mereka yang dekat semua sibuk dengan gadget masing-masing melihat status updates, timeline, maupun recent updates orang yang menjadi teman-teman mereka.

Intinya sekarang malah yang terlihat keeksisan seseorang dapat ditunjukkan dengan berapa banyak jumlah teman di facebook, berapa banyak jumlah followers di twitter, maupun seberapa sering recent updates kita ada di BBM dan melupakan kemudahan teknologi itu untuk mempermudah pekerjaan bukan untuk melupakan atau kabur dari dunia sekitar kita Pada dasarnya manusia memang makhluk sosial, tapi mungkin yang diutamakan adalah bersosialisasi dengan orang-orang sekelilingnya. Perduli dengan orang yang ada di sekitar kita, bukan tidak mungkin suatu saat nanti kita akan memerlukan bantuan mereka. Boleh saja kita memiliki banyak teman di jejaring sosial, tapi sejatinya juga kita manusia yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan atau berkomunikasi langsung dengan orang sekitar kita. Berikan sedikit waktu kita untuk mendengarkan dan memperhatikan orang sekitar, mereka merupakan orang-orang yang terdepan akan membantu kita kalau mengalami kesulitan. Be wise my friends !

Berita terkait  
tag:trend,jejaring,sosial

Rumah Perlindungan Sosial di Tanah Laut Diresmikan
Rabu, 06 Desember 2017, 19:48:01 wita