PELAIHARI POST

Artikel

Tanah Laut Jadi Gerbang Kalsel?

Jum'at, 22 Februari 2013, 07:15:31 wita
Tanah Laut Jadi Gerbang Kalsel?

Aulia Rahim Al Banjary

PELAIHARI POST 電 Oleh Aulia Rahim Al Banjary

(Mhs Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Asal Pelaihari)

Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Selatan. Daerah dengan ibukota Pelaihari. Kota yang terdiri dari berbagai kecamatan – kecamatan yang hampir disetiap kecamatan memiliki berbagai sumber daya alam dan fanorama alam yang khas.

Daerah yang tercinta ini yang tesrdiri dari sumber daya alam yang cukup berlimpah yang terdapat di berbagai kecamatan, diantaranya : batubara, bijih besi, kelapa sawit, karet, dan berbagai fanorama alam yang terdapat disana yang menjadi khas kota tersebut yaitu dengan berbagai pantainya. Pantai yang sudah dikenal oleh masyarakat Kalimantan Selatan diantaranya yaitu Pantai Batakan, Pantai Takisung, Pantai Batu Lima, Pantai Swarangan. Pantai – pantai tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga para masyarakat Kalimantan Selatan khususnya para prabumi Tanah Laut sendiri. Selain, pantai didaerah yang tercinta ini terdapat beberapa buah goa dan sebuah air terjun. Namun, sekarang ini kebanyakan masyarakat Tanah Laut dan Kalimantan Selatan sering berkunjung ke pantai.

Dengan berbagai sumber daya alam yang melimpah dan fanorama alam yang terdapat disana, cukuplah membuat nama Tanah Laut bergaung Kalimantan Selatan. Bahkan, isu terhangat Tanah Laut akan dijadikan pintu gerbang Kalimantan Selatan, karena dengan wacana Bupati Tanah Laut, Drs. H . Adriansyah yang akan membuat lapangan pesawat terbang (bandara) dan pelabuhan, sebagai antisipasi dalam mengimbangi bandara Syamsuddin Noor dan Pelabuhan Tri Sakti yang keduanya sudah lama ada di Kalimantan Selatan.

Seperti yang kita lihat pada Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, bandara tersebut sudah kelihatan begitu sempit. Sempit disini bukan berarti hanya pada lapangan penerbangannya, tempat parkir dan keadaan lingkungannya pun kian merambak sehingga dilhat begitu sempit bandara tersebut.

Suatu kejadian ketika saya hendak berangkat menempuh studi di Yogyakarta, ketika berangkat dari Pelaihari menuju ke bandara Syamsuddin Noor. Saya merasa terheran – heran karena ketika memasuki kawasan bandara. Terlihat begitu berjejal karena arus balik dari para penumpang yang hendak ke bandara dan baru balik dari berbagai kota, sehingga tempat parkirnya begitu sesak dan terjadinya kemacetan. Akibatnya, saya dan teman saya yang akan berangkat ke Jogja mau tidak mau harus turun dari mobil di luar lingkungan bandara dan berjalan kaki menuju lingkungan bandara.

Dari pengalaman tersebut, terpikirkan oleh saya. Kapankah Pelaihari, kota kesayanganku akan dibuatkan sebuah bandara yang bisa mengimbangi setidaknya bisa menjadi alternatif selain bandara Syamsuddin Noor ?

Lain hal dengan pelabuhan Tri Sakti yang sudah tidak stabil dengan pasang surut air, sehingga membuat tidak berjalannya aktivitas di pelabuhan tersebut. Salah satu alternatif yaitu dengan mendirikan pelabuhan baru. Sungguh, Tanah Laut bisa dijadikan salah satu kota alternatif untuk dijadikan solusi mengahadapi berbagai problem yang dihadapi oleh provinsi kita yang tercinta ini.

Berita terkait  
tag:tanah,laut,ja