PELAIHARI POST

Artikel

Mengenal tentang Ketuban Pecah Dini (KPD)

Jum'at, 22 Februari 2013, 20:52:54 wita
Mengenal tentang  Ketuban Pecah Dini (KPD)

dr. Giovanni Kristiawan

PELAIHARI POST 電 Oleh : dr. Giovanni Kristiawan (Dokter Umum – BLUD RS H. Boejasin, Pelaihari)

Sering kali memasuki usia kehamilan trimester ketiga tiba-tiba ibu hamil mengeluarkan cairan dari vagina seperti mengompol. Selain keluarnya cairan ini tak dapat ditahan, si ibu pun tidak merasakan mulas maupun sakit. Dalam istilah medis, kondisi ini biasanya disebut dengan ketuban pecah dini.

Kapan selaput ketuban pecah (spontan) pada persalinan normal ?

Normal selaput ketuban pecah pada akhir kala I (saat pembukaan sekitar 9-10 cm) atau awal kala II (saat pembukaan lengkap) persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).

Insidensi KPD berkisar antara 8 - 10 % dari semua kehamilan normal dan kasus ini termasuk dalam kehamilan beresiko tinggi

Mengapa bisa terjadi ?

Penyebab ketuban pecah dini atau yang kadang disebut ketuban pecah sebelum waktunya, belum diketahui betul. Pada sebagian besar kasus ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65%). Faktor yang diduga sebagai penyebabnya adalah:

1. Melemahnya selaput ketuban

2. Menurunnya kekuatan regang selaput ketuban

3. Leher rahim yang lemah (cervix incompetence)

4. Ketegangan rahim berlebihan : kehamilan ganda / kembar dan air ketuban yang banyak (polihydramnion)

5. Kelainan letak janin dan rahim : letak sungsang, letak lintang

6. Infeksi pada saluran kencing dan vagina

Apakah gejalanya ?

Tanda-tanda khasnya adalah keluarnya cairan mendadak disertai bau yang khas, yang berbeda dengan bau air seni (pesing) serta tidak disertai rasa mulas atau sakit perut. Keluarnya air ketuban juga tidak bisa ditahan. Namun adakalanya hanya terjadi kebocoran kantong ketuban. Tanpa disadari oleh ibu cairan ketuban merembes sedikit demi sedikit hingga cairan ini makin berkurang.

Secara medis cairan ketuban dapat didentifikasi dengan mengukur PH-nya (dengan kertas lakmus atau test strip pengukur PH). PH vagina 4.5-5.5, PH air ketuban 7-7,5 dan gabungan keduanya terukur dengan PH sekitar 6-6.2. Dengan kertas lakmus warna merahnya akan berubah menjadi warna biru.

Apa saja komplikasi yang dapat terjadi ?

Ada 2 komplikasi yang sering terjadi pada KPD, yaitu : infeksi dan kurang bulan atau prematuritas. Masalah yang sering timbul pada bayi kurang bulan adalah gejala sesak nafas atau respiratory Distress Syndrom (RDS) yang disebabkan karena belum matangnya paru.

Apa yang harus dilakukan ?

Segera periksakan diri ke dokter jika ibu mendapati ada tetesan atau cairan yang mengalir keluar dari vagina. Sebab pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter akan menentukan apakah janin masih bisa tetap tinggal di dalam rahim atau sebaliknya. Umumnya setelah ketuban pecah, dokter akan memantau kondisi ibu dan janin.

Bagaimana Penanganannya ?

Penatalaksanaan/tindakan terhadap penderita KPD yaitu berdasarkan umur kehamilan dan ada tidaknya tanda-tanda infeksi pada ibu. Jika umur kehamilan tidak diketahui secara pasti, maka dapat dilakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) untuk mengetahui umur kehamilan dan letak janin. Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan jernih, serta kehamilan yang prematur berarti keadaan janin masih baik sehingga ibu hamil bisa terus mempertahankan kehamilannya. Untuk sementara waktu, berhentilah melakukan hubungan seksual. Sebab hubungan seksual bisa memicu keluarnya air ketuban / ketuban pecah dini.

Penanganan bagi yang hamilnya sudah cukup bulan (minimal 34 minggu atau bila berat janin sudah mencapai 2000 gram), dapat dipertimbangkan untuk dilakukan induksi persalinan jika memang bisa dilahirkan per-vaginam. Jika induksi persalinan gagal maka akan dilakukan operasi caesar.

Untuk ketuban pecah sebelum hamil cukup bulan (kurang dari 34 minggu), pasien dirawat, istirahat total dan diberi antibiotika sampai air ketuban tidak keluar lagi. Dan bisa dipertimbangkan untuk diberi injeksi kortikosteroid, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan pematangan paru janin. Semoga bermanfaat


Berita terkait  
tag:mengenal,tentang