PELAIHARI POST

Laporan Utama

Bos Koperasi Syariah Bawa Kabur Uang Nasabah

Jum'at, 22 Februari 2013, 20:57:57 wita
Bos Koperasi Syariah Bawa Kabur Uang Nasabah

Bekas kantor Koperasi Syariah dijadikan tempat berjualan

PELAIHARI POSTPelaihari Post . Hampir satu pekan yang lewat pasar sayur pelaihari digegerkan oleh oknum Koperasi Syariah yang diduga menipu dan membawa kabur uang nasabah. Pedagang sayur maupun pedagang lain yang ikut menyimpan di Koperasi Syariah yang berada di lingkungan pasar sayur Pelaihari, merasa tertipu dengan ulah bos koperasi syariah tersebut. Kantor Koperasi Syariah yang dulu ditempatinya, kini ini sudah berubah alih fungsi yaitu digunakan untuk berjualan sayuran oleh orang lain.

Menurut keterangan pedagang yang saat ini, menempati bekas kantor Koperasi Syariah, sejak kantor ini ditinggalkan oleh bos Koperasi yang menyewa bangunan ini pemilik bangunan membongkar pintu dan mengeluarkan peralatan yang ada didalam untuk diamankan. “Tidak tahu di bawa kemana peralatan yang ada itu oleh pemilik bangunan”, ujarnya

Dari beberapa korban penipuan ini memang bervariatif mulai 100 ribu rupiah sampai 4 jutaan rupiah. Salah seorang korban, Ngatinem (50) yang berasal dari Bumi Jaya, penjual cabai dan sayuran di Pasar Pelaihari ini, sempat ikut menyimpan ke Koperasi Syariah ini sejumlah 3 juta 5 ratus ribu rupiah. “Uang tersebut amblas di bawa minggat oleh bos Koperasi syariah. Tidak jelas apakah uang tersebut bisa kembali atau tidak”, ujarnya.

Tidak hanya Ngatinem yang menjadi korban melainkan banyak sekali warga yang menabung juga ikut tertipu mulai dari tukang ojeg sampai penjual pentol ada yang menyimpan di Koperasi yang menggunakan simbol agama ini. Spo, Ylo

Berharap Dapat Pinjaman, Malah Tertipu

Marno (40) warga Desa Gunung Mas Kecamatan Batu Ampar, juga merasa menjadi korban penipuan Koperasi Syariah ini. Marno menyebut koperasi tersebut sebagai Bank Syariah. “Saya tahunya, itu bank syariah, teman-teman saja juga menyebut demikian.”, ujarnya.

Pada awalnya ia bermaksud mencari modal untuk usahanya. Ia mendengar bahwa di Pasar Pelaihari ada bank yang bisa memberikan bantuan modal usaha. “Karena bank syariah, saya jadi semakin yakin untuk mendatanginya. Sebagai orang Islam, sesuai dengan keyakinan kami, bantuan modal dengan cara syariah, cuku menyenangkan hati. Tetapi kok jadinya, seperti ini” kata Marno.

Pada awalnya, Marno dan beberapa orang temannya mendatangi kantor koperasi syariah yang berlokasi di pasar pelaihari tersebut. Di sana ia mengutarakan maksud hatinya bersama teman-temannya untuk memperoleh pinjaman dana. Oleh pihak pengelola, ia diharuskan menabung terlebih dahulu.” Jika sudah mempunyai tabungan yang cukup, akan diberikan pinjaman modal usaha. Begitu prosedurnya”, ujar Marno.

Karena prosedurnya harus menabung terlebih dahulu, Marno pun mengikuti aturan koperasi tersebut. Ia membuka tabungan dan beberapa kali, sempat menambah jumlah tabungan. “Baru beberapa kali, menabung dan hendak menabung lagi, ketika mendatangi kantor syariah tersebut. Ternyata, kantornya sudah tertutup rapat. Ketika saya tanyakan kepada pedagang di sekitar kantor itu, katanya kabur. Untung tabungan saya belum seberapa”, ujarnya.

Menurut penuturan Marno, ada beberapa orang temannya mengalami nasib seperti dia. Beberapa orang keluarganya pun, yang mengikuti jejaknya, berkeinginan mendapatkan modal usaha, mengalami nasib yang sama dengannya, uang dibawa kabur. Ia pun tidak berniat melaporkan nasib naas yang menimpa diri dan kawan-kawannya. “Uang kami tak seberapa mas, kami ikhlaskan saja. Biar Tuhan yang membalasnya saja. Ya beginilah resikonya, jadi orang yang tidak tahu apa-apa. Maksud hati mendapatkan bantuan modal usaha, tapi malah tertipu.”, ujarnya. Spo, Ylo

Mengaku dimodali Bupati Tanah Laut

Berdasarkan penjelasan Sumadi, pemilik bangunan yang disewa untuk dijadikan kantor Koperasi Syariah, ketika ditemui di rumahnya, di Wartel Putri (sekaligus dijadikan rumah tinggal), bahwa yang mengelola Koperasi Syariah tersebut berinisial ISN (25), orang tuanya tinggal di jalan perintis. Ia merupakan adik kandung dari salah seorang tokoh cukup ternama di Tanah Laut, Tuan Guru SRN.

“Terkait tipu menipu, memang saya juga tertipu karena bangunan saya yang dikontrak satu tahun sebesar 4 Juta rupiah itu baru dibayar 2 juta rupiah sehingga masih sisa 2 juta yang belum dibayar”, ujar Sumardi.

Menurut penuturan Sumadi, yang bersangkutan ketika hendak menyewa bangunan sebagai kantor, mengaku untuk mendirikan Koperasi Syariah ini dimodali oleh Drs. Adriansyah, Bupati Tanah Laut, sebesar 150 juta rupiah. Karena cerita mendapatkan cerita seperti inilah Sumadi percaya dan bersedia bangunanya untuk dikontrak satu tahun .

Dengan kejadian ini, Sumadi tidak melaporkan ke pihak yang berwajib. Ia hnya melapor ke Polisi karena ingin membuka pintu bagunan yang dikontrak sebagai Koperasi Syariah untuk mengeluarkan barang – barang. Barang-barang yang ada yang kebanyakan berupa peralatan perkantoran, diserahkan kepada orang tuanya, yang tinggal di Jalan perintis Pelaihari.

“Saya sempat melacak keberadaannya, ternyata sebelum kejadian ini juga pernah punya usaha pengkreditan alat – alat elektonik dan banyak yang menjadi korban. Saya pernah mendaatangi sampai ke Jorong. Di sana ada tokonya tapi sudah tutup dan keberadaannya, tidak ditemukan. Istri dan anaknya katanya ada di Martapura, tetapi tidak jelas Martapura bagian mana , ujar Sumardi.

Sementara itu, Kepada Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi Kabupaten Tanah Laut Zainal Arifin Z merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa para nasabah. Ia mengakui bahwa koperasi syariah yang diduga melakukan penipuan tersebut, tidak terdaftar di instansinya. Sehingga dalam praktek kegiatan koperasi yang dilaksanakannya pun, terlepas dari pembinaan instansinya. “Biasanya untuk mendirikan koperasi, berkonsultasi ke sini. Tetapi untuk koperasi syariah tersebut, tidak melakukannya. Keberadaannya, juga tidak jelas, karena tidak terdaftar di sini”, ujarnya. Spo, Ylo.

Berita terkait  
tag:bos,koperasi,syariah

Koperasi purna yuda Kalsel didirikan Pandan Sari
Kamis, 21 Februari 2013, 21:49:41 wita