PELAIHARI POST

Editorial

Penipuan Berkedok Syariah

Jum'at, 22 Februari 2013, 21:03:45 wita
Penipuan Berkedok Syariah

-

PELAIHARI POST 電 Penipuan dengan menggunakan identitas keagaamaan seperti penggunaan label syariah sudah kerap terjadi. Begitu pula dari sisi pelaku, penipuan yang dilakukan oleh orang yang dianggap mempunyai “maqom linuwih” dalam komunitas keagamaan di beberapa tempat pun sudah berulang kali, menimpa masyarakat.

Pemakaian lembaga yang bisa disangka sebagai bagian dari ritualitas keagamaan memanglah cukup menguntungkan. Dalam kasus Koperasi Syariah di Pasar Pelaihari, sebagaimana diakui salah seorang nasabah, sentimen keagamaan menjadi faktor penting baginya, sehingga bersedia menjadi nasabah, selain adanya anggapan kesederhanaan dalam prosedur pengaksesan dana bagi masyarakat.

Tak begitu lama rasanya kita pernah terfana oleh suatu cerita heroik Mega Bisnis yang dikelola Ustad Lihan. Tak berselang lama kemudian, cerita-cerita heroik itu berubah bentuk menjadi cerita sekandal yang mengerikan. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menangkap Ustad Lihan atas kasus penipuan, penggelapan uang, praktik bank gelap dan pencucian uang (Metronews, 7 Desember 2009). Ada kesamaan pola yakni penggunaan identitas keagamaan maupun pemanfaatan posisi keagamaan.

Terkadang kita menjadi mudah lupa, seiring berjalannya waktu. Apabila modus yang dilakukannya berubah bentuk sedikit saja, di kemudian hari, bisa dibuat terkelabuhi. Iming-iming mendapatkan keuntungan, memang menggiurkan, meskipun iming-iming itu tidak masuk akal sehat. Lebih menggiurkan lagi, bila dipoles dan dibungkus sedemikian rupa dengan identitas agama. Tanpa iming-iming keuntungan ekonomi sekalipun, terkadang bisa tergiur, seperti halnya kasus di Tambang Ulang.

Pemerintah sebaiknya melakukan pemantauan terhadap praktek-praktek pengumpulan dana dari masyarakat. Selain menertibkan, juga mengantisipasinya. Rakyat kecil agar tidak menjadi korban, karena ketidaktahuannya. Pemberdayaann ataupun pengawasan sebaiknya, tidak semata ditujukan kepada lembaga yang terpenuhi asas legalitasnya saja, tetapi juga mengantisipasi dan mengidentifikasi kemungkinan praktek ilegal, termasuk kepada mereka yang seolah-olah terlegalkan atas perlindungan dan pengakuan yang bersifat keagamaan, yang sebetulnya ilegal. Instansi pemerintah yang terkait dengan pembinaan umat, juga perlu mengambil peran aktif di tengah-tengah umat.


Berita terkait  
tag:penipuan,berkedok

Modus Penipuan Dengan Menebarkan Dokumen Palsu
Kamis, 01 September 2016, 22:40:18 wita

Penipuan Berkedok Penjual Obat
Minggu, 24 Februari 2013, 05:47:18 wita