PELAIHARI POST

Peristiwa

Kades Jilatan, Tangani Kemelut Karyawan PT. Sinar Surya Jorong (SSJ)

Sabtu, 23 Februari 2013, 01:55:19 wita
Kades Jilatan, Tangani Kemelut Karyawan PT. Sinar Surya Jorong (SSJ)

Wampa Sembiring, Manager Kebun PT.SSJ

PELAIHARI POSTPelaihari Post . Kades Jilatan Kecamatan Batu Ampar, Anang Hamli (55) didatangi beberapa warga yang mengaku karyawan PT. Sinar Surya Jorong (SSJ). Kepada Kepala Desa, sejumlah warga tersebut meminta bantuan untuk menyelesaikan kemelut yang dialami oleh karyawan, yakni kejelasan statusnya sebagai karyawan.

Menurut Kepala Desa Jilatan, ada dua belas warga yang datang ke rumah meminta bantuan kepada dirinya sebagai kepala desanya, agar dapat membantu mencarikan solusi terkait nasib karyawan PT. SSJ. Para karyawan itu sampai saat ini belum memiliki kejelasan status semacam SK mengenai keberadaannya sebagai karyawan PT. SSJ.

Memang kalau apa yang disampaikan oleh warga itu benar, menurut Anang Hamli, karyawan sangat dirugikan jika suatu saat ada permasalahan dengan perusahaan, pihak karyawan jelas tidak bisa menuntut hak – haknya . Hal serupa juga sudah dialami oleh karyawan yang saat ini telah mengabdi pada PT.SSJ selama lima tahun , baru tiga tahun terakhir ini diberi hak cuti . Sedang dua tahun pertama tidak diberikan cuti oleh PT.SSJ.

Karyawan yang bekerja pada PT. SSJ ada yang empat tahun bahkan ada yang lima tahun, digaji lewat ATM sehingga tidak pernah tahu yang namanya slip gaji, yang biasanya tercantum. Hampir lima tahun bekerja, setiap bulanya hanya menerima upah sebesar Rp 1,2 juta, padahal bekerja dua shieft (12 jam) sehari. Jauh dibawah Upah Minimum Provinsi tahun 2012 yang telah disosialisasikan di aula Depnakertransos pada 23 Nopember 2011 sebesar Rp 1.225.000,- untuk waktu kerja 7 jam sehari .

Sedang berdasar konfirmasi dari Supardi Sacadipura yang saat ini sebagai ketua Serikat Pekerja disektor Perkebunan Tingkat Kabupaten Tanah Laut mengatakan bahwa Upah Minimum sektor Perkebunan sebesar Rp.1.250.000,- (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Mengingat permasalahan yang cukup memprihatinkan tersebut, menurut Anang Hamli, ia selaku Kepala Desa yang kebetulan warganya bekerja di PT.SSJ, ia berharap agar pihak PT.SSJ bisa memaklumi dan dapat mencarikan solusi yang terbaik dan tidak ada fihak yang dirugikan.”Selama ini pihak PT.SSJ tidak pernah bertemu dengan saya, walaupun keberadaan PT. SSJ berada di wilayah desa Jilatan”, tutur Anang Hamli.

Menanggapi keluhan beberapa karyawan PT. SSJ, Manager Kebun PT.SSJ, Wampa Sembiring, menanggapinya bahwa karyawan bagian perawatan bersifat fluktuatif, tergantung adanya persediaan yang terkait untuk perawatan. Spo.

Berita terkait  
tag:kades,jilatan,tangani

Inilah Hasil Hitung Ulang Pilkades Serentak Tahun 2017
Jum'at, 24 November 2017, 17:57:28 wita

Pilkades di Desa Salaman Diminta Diulang
Senin, 20 November 2017, 22:54:16 wita