PELAIHARI POST

Artikel

Jangan Abaikan Potensi Wisata Sejarah Batakan

Sabtu, 23 Februari 2013, 02:46:44 wita
Jangan Abaikan Potensi Wisata Sejarah Batakan

Dwi Nuryanto, S.Pd

PELAIHARI POST 電 Oleh Dwi Nuryanto, S.Pd

(Guru SMP Negeri 2 Panyipatan di Batakan dan Guru SMA Abdul Kadir di Batakan)

Desa Batakan secara administrasi terletak di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut atau ± 40 km dari Kota Pelaihari, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Sedidikitnya ada tiga jenis wisata yang ada, yaitu wisata jasmani (wisata alam di Pantai Batakan), wisata religi (ziarah makam Datu Pamulutan di Pulau Datu) dan wisata sejarah (Bukit Timah, Makam Pahlawan, Tugu Perjuangan). Ini adalah sesuatu yang unik karena satu desa memilki 3 jenis wisata sekaligus.

Keindahan Pantai Batakan sudah sangat dikenal oleh masyarakat karena setiap masa liburan sekolah tidak pernah sepi dari pengunjung bahkan pada libur tahun baru pantai batakan penuh dengan pengunjung hingga keluar area pantai batakan.

Begitu juga Pulau Datu yang merupakan salah satu lokasi yang sayang untuk dilewatkan oleh para wisatawan. Pulau kecil yang unik ini terdapat makam seorang datu yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Datu Pamulutan.

Akan tetapi ada satu potensi wisata mungkin masih asing yaitu wisata sejarah. Di Desa Batakan terdapat bukit yang merupakan benteng pertahanan yang oleh masyarakat sekitar disebut Bukit Timah dan terdapat tugu serta lahan yang dulunya merupakan areal makam pahlawan para pejuang di Batakan. Mengapa disebut asing? Karena setiap orang yang berkunjung melewati Tugu dan bekas areal makam pahlawan tidak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya mereka melewati tempat yang bersejarah.

Tugu yang berdiri memisahkan batas jalan, sebenarnya bukanlah sekedar batu yang disusun untuk memisahkan dua jalan yang berlawanan arah dan bukan pula sekedar hiasan pengindah jalan , akan tetapi sebuah tanda bahwa Batakan memiliki nilai historis yang heroik. Jika anda tidak percaya, amati relief yang terdapat pada dinding tugu!. Dan kisah ini mungkin tidak diketahui oleh sebagian orang atau bahkan mungkin sedikit siswa atau pelajar yang mengetahui sejarah perjuangan di Batakan, hal ini dikarenakan kisah heroik ini tidak pernah dimuat dalam buku pelajaran sejarah, kecuali guru sejarah di sekolah-sekolah punya inisiatif untuk menyampaikan kepada siswa. Bangsa yang bijak adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Dengan mengenal sejarah kita akan lebih menghargai apa yang kita miliki sebagai bangsa. Betapa besar pengorbanan yang dilakukan para pahlawan untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan bangsa. Semua itu harus kita hormati dan kita jadikan teladan.

Ketiga jenis wisata di Desa Batakan yaitu wisata alam Pantai Batakan, Wisata Ziarah makam Datu Pamulutan dan wisata sejarah Tugu Perjuangan merupakan paket wisata yang menarik dan patut menjadi kunjungan wisata khususnya bagi pelajar. Dan ketiga lokasi ini aset yang tak ternilai. Menjadi Kewajiban kita bersama untuk menjaga ke-asrian pantai batakan, kewajiban kita juga untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan serta kewajiban kita juga untuk menghargai pengorbanan pahlawan, saya kira inilah makna kujungan wisata sebenarnya di Desa Batakan.


Berita terkait  
tag:jangan,abaikan,potensi

Pemberian Tunjangan PNS Berbasis Kinerja Disepakati
Selasa, 21 Agustus 2018, 16:58:56 wita

Hujan Berkepanjangan, Banjir Menimpa Rumah Warga
Senin, 08 April 2013, 08:43:49 wita

Masih Punya Potensi Berkembang
Minggu, 24 Februari 2013, 02:53:26 wita

Potensi Ledakan Masalah Tanah Desa
Minggu, 24 Februari 2013, 02:10:45 wita