PELAIHARI POST

Artikel

Tanah Laut: Antara Harapan Pendiri dan Kenyataan Kini

Sabtu, 23 Februari 2013, 23:43:12 wita
Tanah Laut: Antara Harapan Pendiri dan Kenyataan Kini

Hasnani Isma A.Kutai

PELAIHARI POST 電 Oleh : Hasnani Isma A.Kutai

(Warga Pelaihari, saat ini menjadi Chairman of Indonesian Korean Orot Foundation di Jakarta dan Ketua STMIK/LPMIK Pranata Borneo di Banjarbaru)

Momentum suksesi kepemimpinan di Kabupaten Tanah Laut semakin dekat, membuat bermunculan sikap dan prilaku para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh politik semakin berkecamuk. Ada yang melihatnya sebagai sebuah kesempatan aktualisasi diri dan arogansi kekuatan materi, ada juga yg melihatnya sebagai sebuah "keprihatinan" masa depan Kabupaten Tanah Laut yg tidak pernah berujung pada peningkatan kualitas diri dan kulitas hidup masyarakatnya.

Sementara pihak-pihak yg berambisi ambil bagian dari momentum "suksesi" ini tidak pernah mau mengenang cita-cita dan harapan para pendiri Tanah Laut, yg sekarang ini telah tenggelam dan dilupakan seiring dengan hancurnya tubuh mereka di dalam kuburan. Mereka dulu bersatu tanpa ada yg menyuruh, tanpa ada yg membiyayai, dan diantara meraka tidak ada mau mengambil kesempatan untuk diri sendiri. Dengan semangat kebersamaan, mereka berusaha mencari calon pemimpin terbaik, yang mereka anggap mampu merealisir dan melaksanakan cita-cita dan harapan mereka untuk masa depan rakyat kabupaten yang telah mereka dirikan bersama.

Namun karena keterbatasa kapasitas dan SDM putra daerah pada waktu itu, akhirnya mereka rela menyerahkan kepemimpinan kepada mereka yang selama ini ternyata tidak pernah memikirkan dan melaksanakan cita-cita mereka. Hal ini dibuktikan dengan tidak pernah ada lagi silaturahim dari para Bupati terdahulu terhadap keluarga atau keturunan mereka. Apalagi jiarah tahunan ke kuburan mereka, yang dahulu pernah dilakukan oleh Bupati kedua dan ketiga pada setiap peringatan hari jadi. Kalau toh sekarang mereka lakukan, itu tidak lain karena kepentingan dukungan dan pencitraan.

Rupanya putra-putri keturunan pendiri kabupaten yang berdomisili di Tanah Laut beserta tokoh masyarakat dan tokoh birokrat Tala, sudah terbelenggu jiwa dan raganya oleh naluri kepentingan sesaat. Mereka telah lupa pada amanah pendiri dan masa depan rakyat yang masih melarat dan tertinggal dari kabupaten lain yang seusianya. Semua ini tidak lain sebagai akibat kolusi sesama aparat pejabat dengan nikmatnya kekuasaan, sehingga membuat pegawai dan pejabat birokrat takut dekat dengan rakyat.

Kalau sampai hari ini, sudah tidak ada lagi masyarakat Tala yang masih punya idealisme dan keperdulian dengan cita cita, harapan pendiri dan masa depan rakyat, maka dipastikan daerah ini beserta isinya akan tergadaikan kepada pedagang dan penggalang dinasti yang hanya berpikir kepentingan duniawi semata. Kalau hal sedemikian terus terjadi jangan salahkan mengapa Tanah Laut sebagai kampung halaman yang sangat kaya dengan sumber daya alam (SDA) ini, tidak pernah mampu menyejahterakan rakyat yang selama ini hidup dan mati bersamanya. Lihat saja kehidupan rakyat mentiwah, gudamba dan panjaratan, sebagai desa terdekat ibukota Tala, bagaimana lagi kehidupan rakyat di desa yang lebih jauh dari kota?, subhanallah!

Untuk itu kepada para kandidat, tokoh masyarakat dan rakyat yang masih punya nurani dan tidak mau melupakan sejarah, galang dan satukan kekuatan untuk kembali pada cita cita perjuangan pendiri tala. Tinggalkan cara-cara lama yg merasa : pintar sendiri, kaya sendiri dan punya partai sendiri yang ternyata membuat kita semua lupa bahwa masa depan rakyat dan daerah tala adalah tanggung jawab bersama. Tindakan dan kebersamaan kita semua pada momentum kali ini, kelak akan kita bawa ke liang lahat, apa sebagai dosa atau sebagai pahala dihadapan yang maha kuasa.

Hanya dengan kebersamaan dan calon bersama yang disepakti bersama dan didukung bersama, tanpa “money politic”, Kabupaten Tanah Laut dipastikan bisa melaksanakan cita cita pendiri untuk mensejahterakan rakyat bukan untuk kesejahteraan keluarga pejabat saja.


Berita terkait  
tag:tanah,laut:,antara

Ribuan Warga Kecamatan Takisung Ikuti Jalan Santai
Jum'at, 22 Desember 2017, 23:17:29 wita

Pembukaan Pameran Tala Expo 2017 Ditandai Pelepasan Balon
Jum'at, 01 Desember 2017, 19:39:31 wita