PELAIHARI POST

Artikel

Nilai Pendidikan Islam di Bulan Ramadhan

Minggu, 24 Februari 2013, 01:57:11 wita
Nilai Pendidikan Islam di Bulan Ramadhan

Rusidan Anwar, S.Pd.I

PELAIHARI POST 電 Oleh Rusidan Anwar, S.Pd.I (Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin)

B

ulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia, telah diturunkan didalamnya permulaan al quran sebagai petunjuk bagi manusia, pembeda antara haq dan yang bathil.

Diturunkan al quran pada bulan ramadhan mengisyaratkan bahwa sangat di anjurkan untuk banyak membacanya dan mempelajarinya selama bulan ramadhan, terlebih baik lagi setiap hari meskipun bukan pada bulan ramadahan , Rasulullah pernah bersabda :”Sebaik-baik kalian adalah belajar Al Quran dan mengajarkannya”.Diharapkan dapat memperoleh petunjuk serta memahami dan menerapkan penjelasan-penjelasannya, karena dengan membaca al quran ketika itu yang bersangkutan menyiapkan wadah hatinya untuk menerima petunjuk ilahi berkat makanan ruhani yang memenuhi kalbunya, selain juga banyak membaca al quran disuruh juga zikrullah atau bershalawat atas nabi Muhammad SAW.

Al Quran banyak mengandung nilai-nilai universal dalam pokok ajarannya di antaranya adalah berpuasa pada siang hari di bulan suci ramdhan yang diwajibkan bagi orang-orang yang beriman meskipun non Islam, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam al quran surah al baqarah ayat 183 yang artinya :”Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.

Menurut Imam Al gajali dalam kitab Al Mursyidul Amin mukhtashor ihya ulumuddin halaman 47. Ada tiga derajat dalam berpuasa: 1) puasa orang awam, yakni puasa yang hanya sekedar menahan lapar, dahaga dan menahan juga kehendak sahwatnya. 2) puasa khawas, yakni puasa yang menahan lapar, dahaga, nafsu sahwatnya menahan juga daripada pandangan mata melihat yang dilarang, menahan dan menjaga telinga daripada mendengar yang dilarang, menahan dan menjaga mulut daripada berkata yang sia-sia, menahan dan menjaga tangan daripada berbuat jahil, menahan dan menjaga kaki ke tempat yang sia-sia, terlebihnya menahan dan menjaga anggota tubuh dari berbuat dosa.3) Puasa khawasul khawas, selain menahan dan menjaga yang telah tertulis di atas menjaga juga hatinya dan pikirannya daripada kehendak urusan keduniaan melainkan menjaga akan hati dan pikirannya yang setiap detiknya hanya untuk zikrullah.

Dalam berpuasa selama bulan suci ramadhan melatih tapakur akan diri kita dan banyak beribadah kepada Allah SWT yang tujuannya adalah meningkatkan nilai takwa dan menambah keimanan. Pada siang hari kita merasakan rasa lapar dan dahaga yang didalamnya kita merasakan apa yang dirasakan oleh si fakir di saat kelaparan, dalam hal itu kita di seru untuk banyak bersedekah atau menafkahkan harta kita kepada mustahik terlebih baik pada bulan ramadhan.

Di malam suci ramadhan kita bersilaturrahmi dan memakmurkan mesjid demi melaksanakn ibadah solat malam yang biasa disebut dengan tarawih dikerjakan setelah sholat isya yang berjumlah 11 rakaat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dan Abu bakar pada malam ramadhan atau pun di luar ramadhan, dan ada pula sholat tarawih berjumlah 20 rakaat yang pernah diisbatkan oleh umar ibnu khatab disepakati oleh Rasulullah dan para sahabat lainnya. Rasulullah pernah bersabda : “ikutilah sunahku dan sunnahnya khulaurrasyidin”. Dan pernah juga berkata:” ikutilah sunahku dan dua orang setelahku “

Selama kita menempa diri pada bulan suci ramadhan menahan dari segala berbuat dosa, sekiranya tempaan itu menjadi hasil yang dapat teramalkn pada bulan yang lain.

Berita terkait  
tag:nilai,penkan,islam

Pendidikan Akhlak Siswa Di Era Kemajuan Iptek
Jum'at, 22 Februari 2013, 04:17:40 wita