PELAIHARI POST

Editorial

Potensi Ledakan Masalah Tanah Desa

Minggu, 24 Februari 2013, 02:10:45 wita
Potensi Ledakan Masalah Tanah Desa

-

PELAIHARI POST 電 Kalau kita mencoba membuka memori ingatan pada era sekitar tahun 70-an, terkait penghargaan atau penilaian terhadap tanah oleh masyarakat begitu sangat rendah. Tanah-tanah di perdesaan apalagi perladangan kurang begitu ada 'harga'-nya. Terkadang orang boleh memiliki tanah sesuai dengan kemauannya asalkan bersedia mengolahnya. Siapa yang mampu mencangkul tanah lebih luas, akan memiliki tanah yang luas pula. Meskipun begitu, sekuat-kuatnya orang mencangkul tanah yang ada, tak kan pernah kehabisan lahan, karena begitu luasnya tanah-tanah yang tak bertuan.

Ternyata kondisi di atas tidaklah selamanya, perubahan penghargaan pun terjadi. Perubahan yang sudah mulai nampak pada saat booming hasil tanaman cengkeh, kemudian adanya pabrik gula Pelaihari yang memerlukan banyak lahan perkebunan. Fenomena ini terus menanjak tak kala tanah-tanah di Kabupaten Tanah Laut dapat dieksploitasi sumberdaya alamnya terutama bijih besi dan batu bara. Ditambah pula dengan fenomena perkembangan perkembunan sawit dan tanaman karet.

Persengketaan lahan pun saat ini, sudah menjadi kabar yang tak terasa asing lagi, baik bersifat perorangan ataupun dengan suatu kelompok atau perusahaan. Bahkan, terdapat pula pihak-pihak yang harus menjalani proses hukum karena disangkakan melakukan pelanggaran hukum terkait objek tanah.

Terkait persengketaan tanah desa merupakan bagian umum dari persengketaan tanah pada umumnya. Bahkan lebih rumit, bila terjadi kesenjangan antar kepemimpinan desa ataupun keterputusan (diskontinuitas) tongkat estafet kepemimpinan. Apalagi jika pengelolaan administrasi tanah desa tidak dilangsungkan dengan baik.

Bila kondisinya seperti ini maka potensi konflik ataupun sengketa atas tanah desa akan selalu ada yang manifestasinya pun bisa bermacam-macam pula. Oleh karenanya perlu diusahakan adanya potret yang jelas dan detail profil seluruh aset desa yang dipermaklumkan secara luas dan bisa diakses informasinya oleh instansi yang terkait. Begitu pula dalam proses peralihan ataupun perubahan pun seharusnya dilakukan secara terbuka dan setidaknya melibatkan unsur pemerintahan desa. Lebih baik lagi jika, masyarakat diberikan fasilitas untuk turut serta.


Berita terkait  
tag:potensi,ledakan,masalah

Masih Punya Potensi Berkembang
Minggu, 24 Februari 2013, 02:53:26 wita

Jangan Abaikan Potensi Wisata Sejarah Batakan
Sabtu, 23 Februari 2013, 02:46:44 wita