PELAIHARI POST

Artikel

Si Muda Yang Sedang Kebingungan?

Minggu, 24 Februari 2013, 03:07:13 wita
Si Muda Yang Sedang Kebingungan?

Dwi Nuryanto, S.Pd

PELAIHARI POST 電 Oleh Dwi Nuryanto, S.Pd

Guru SMP Negeri 2 Panyipatan di Batakan dan Guru SMA Abdul Kadir di Batakan

Apakah cita-cita mu?” Pertanyaan sederhana yang biasanya saya tanyakan pada siswa baru. Dan ternyata, pertanyaan yang saya ajukan spontan mendapat reaksi senyuman dari siswa SMA kelas X (kelas satu setingkat SMA).

Menurut mereka saya sedang bercanda sebab pertanyaan tersebut sepertinya lebih layak ditanyakan pada siswa TK atau SD. Tetapi pertanyaan tersebut menjadi serius bagi saya sebab terdapat siswa yang hanya diam tidak tahu harus menjawab apa dan ada yang menjawab dengan ragu-ragu atas jawaban yang diucapkan. Hal ini menjadi penting karena saya merasa risau jika mereka benar-benar tidak tahu atau tidak memiki gambaran dimasa yang akan datang.

Fenomena kebingungan siswa semakin tampak terasa jika kita menyaksikan tayangan berita di televisi tentang maraknya tawuran atau perkelahian antar pelajar, pelajar mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau mungkin anda pernah melihat dengan mata kepala sendiri dilingkungan sekitar anda terdapat siswa lengkap dengan seragam dan tas yang sedang menghisap rokok, pelajar yang sibuk di warnet ber-Facebook-ria atau ber-twitter-ria, bermain game online atau duduk “berduaan” di taman kota pada saat-saat dimana seharusnya mereka belajar disekolah.

Kebingungan siswa ini tidak boleh dibiarkan. Bimbingan dan motivasi perlu dilakukan kepada anak, agar gambaran di masa depan tampak jelas. Dengan jelasnya gambaran dimasa depan diharapkan memunculkan kepercayaan diri. Oleh karena itu semua pihak harus terlibat menyelesaikan permasalahan ini. Lingkungan keluarga merupakan faktor penting untuk mengatasi kebingungan ini sebab sejak dini didalam lingkungan keluarga anak-anak diajarkan tentang nilai atau norma agama, sosial maupun budaya. Lingkungan keluarga juga merupakan sumber utama yang memberikan dukungan moral dan emosional terhadap anak, idealnya siswa mendapatkannya dari lingkungan keluarga. Tidak kalah pentingnya lingkungan sekolah karena disini siswa diajarkan tentang keterampilan dan pengetahuan khusus yang mempunyai pengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan kepercayaan diri anak. Lingkungan masyarakat juga memberikan pengaruh sebab nilai-nilai budaya luhur di masyarakat yang dipegang teguh akan membentengi generasi muda dari budaya-budaya negatif. Adalah tanggung jawab kita bersama membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan persaingan hidup di masa depan yang semakin hari semakin tidak mudah.

Berita terkait  
tag:si,muda,yang

FKUB Tanah Laut pun Deklarasikan Anti Hoax
Jum'at, 16 Maret 2018, 21:18:59 wita

Tokoh Agama dan Masyarakat Deklarasikan Anti Hoax
Jum'at, 16 Maret 2018, 20:30:04 wita