PELAIHARI POST

Artikel

Guru Sebagai Chief Yang Ahli Memasak

Minggu, 24 Februari 2013, 05:54:32 wita
Guru Sebagai Chief Yang Ahli Memasak

Slamet Ikhsanuddin,S.Pd

PELAIHARI POST 電 Oleh Slamet Ikhsanuddin,S.Pd (Guru SMP Negeri Panyipatan)

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujuddkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan negara.

Beranjak dari undang-undang tersebut didalam proses kegiatan belajar mengajar guru hendaknya melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa dan sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga dapat tercipta suatu proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Agar kondisi yang menyenangkan dan tidak membosankan dapat terwujud, diperlukan berbagai teknik pendekatan atau strategi pembelajaran yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi siswa, hal inilah yang menuntut guru agar pandai dalam meracik, meramu, memasak, dan menyajikan proses pembelajaran menjadi sebuah sajian yang menarik atau sebuah kuliner lezat dengan berbagai teknik pendekatan atau strategi pembelajaran.

Untuk menjadi guru yang pandai “menciptakan’ masakan-masakan pembelajaran yang menarik maka guru harus siap dengan bumbu-bumbu tambahan yang diperlukan dalam teknik pendekatan yang dipakai untuk setiap kegiatan tatap muka.

Sebagai ”koki pembelajaran” yang handal guru akan dapat menyajikan dan menata apik setiap hidangan pembelajaran dengan melakukan inovasi-inovasi resep dan hidangan terbaru sehingga hidangan “tempe goreng” bisa diubah menjadi burger tempe, steak tempe, rica-rica tempe, dan lain sebagainya sehingga tidak akan muncul kesan monoton dan kaku dalam proses pembelajaran.

Mengapa saya ibaratkan sebagai koki? Hal inilah yang selama ini menggelitik dalam benak saya bukan berarti menyamakan dengan koki, akan tetapi dapat diartikan koki adalah ahli memasak dan guru ahli mengajar jadi tidak ada salahnya jika kita memakai ilmu sang koki yang selalu berusaha keras menyajikan masakan yang lezat untuk dihidangkan kepada pelanggan menjadi guru yang pandai meracik, mengolah dan menyajikan kegiatan pembelajaran menjadi suatu hidangan pembelajaran yang menarik, tidak membosankan dan dapat memotivasi siswa untuk aktif belajar sehingga diharapkan pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.


Berita terkait  
tag:guru,sebagai,chief

HUT PGRI di Tànah Laut Dipusatkan di Desa Batu Mulya
Kamis, 29 November 2018, 00:04:01 wita