PELAIHARI POST

Editorial

PDAM: perusahaan daerah air minum atau perusahan daerah air macet?

Minggu, 24 Februari 2013, 06:03:42 wita
PDAM: perusahaan daerah air minum atau perusahan daerah air macet?

-

PELAIHARI POST 電 Air bagi kehidupan manusia sesungguhnya tidak terelakan. Dalam setiap jejak langkah aktifitas manusia tak luput dari penggunaan air. Karena faktor itulah dalam kaitan berkehidupan kebangsaan dalam sebuah negara diperlukan pengaturan agar pemanfaatannya terkelola sebagai bagian dari usaha untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dan untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Maka sudah sewajarnya bila “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Negara diberikan hak penguasaan baik pengaturan dan pengelolaan yang disertai berbagai perangkat kekuasaan untuk mendistribusikan sumber daya air bagi kemakmuran rakyat yang berkeadilan sosial. Keberadaan sebuah badan usaha daerah semacam PDAM merupakan salah satu ikhtiar dari hakekat penguasaan oleh negara untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Badan usaha milik daerah ataupun milik negara acapkali berada pada persimpangan jalan antara kewajiban melaksanakan kegiatan sebagai badan usaha sebagaimana layaknya lembaga lainnya ataupun kewajiban yang dibebankannya sebagai instrumen redistribusi sumberdaya kekayaan bagi terwujudnya keadilan sosial. Jalinan ataupun sampai pada tingkat keterikatan dengan kekuasaan politik juga kerap tak terelakan baik secara struktural yang keberadaanya memang subordinasi dari kepemimpinan politik ataupun bisa saja atas dasar adanya komitmen politik. Pengelolaan sebuah badan usaha yang tampak pun selama ini terkesan tak lebih sebagai copy paste dari pengelolaan berkultur birokratik.

Sejatinya keberadaannya bisa lebih pesat melaju karena dukungan sarana dan kebijakan selalu diberikan kepadanya. Bila keberadaanya lebih memprihantikan dibandingkan daripada sebuah usaha yang tak ditopang oleh sarana dan kebijakan, tentulah menyedihkan. Bisa dipastikan ada sesuatu yang tidak biasa yang memerlukan langkah yang tidak sekedar biasa-biasa pula. Perlu adanya terobosan dan langkah yang “luar biasa”. Sudah saatnya pula bila, output usaha yang dilaksanakan sejalan dengan penamaan usaha tersebut, perusahaan daerah “air minum”. Bukan perusahaan daerah “air macet”. Apalagi, kotor dan tercemar.


Berita terkait  
tag:pdam:,perusahaan,daerah

Wakil Bupati Minta Ijin Perusahaan Sawit Ditinjau Ulang
Rabu, 07 November 2018, 10:25:26 wita

Lelaki ini Ditemukan Bersimbah Darah di Mess Perusahaan
Minggu, 19 Agustus 2018, 01:57:38 wita

GAPKI Kalsel Laksanakan Kegiatan Donor Darah
Jum'at, 16 Maret 2018, 21:13:35 wita