Karya
Puisi
Minggu, 24 Februari 2013, 07:24:08 wita

Payung Yang Tak Pernah Usang

Share on Google+
Marul Hastuti
Marul Hastuti

PELAIHARI POST 電Oleh Marul Hastuti

Sungguh teriknya mentari menyengat.

Membakar peluh yang tak sempat menetes.

Tak ada tempat untuk berteduh.

Pohon-pohon terlanjur menggugurkan daunnya.

Demi pertahankan hidup, dalam keterbatasan yang amat sangat.

Hanya benalu yang terlihat masih rimbun.

Menghijau, tampak segar mencengkeram batang kelor yang hampir tak bernyawa.

Akankah engkau terus berdiri di situ?

Bertahan dalam kemarau yang panjang seperti tahun lalu.

Ataukah,

bersama berteduh di bawah payung yang sengaja kubawakan.

Agar teriknya mentari tak membuat surut langkahmu.

Agar teriknya mentari tak sembunyikan senyummu.

Usah hiraukan benalu yang rimbun di atas sana.

Benalu tak akan mampu bertahan selamanya.

Usah hiraukan batu-batu tajam berserakan.

Tersenyumlah, lepaskan semua beban yang ada.

Tanah kering telah menanti sentuhan kita.

Share on Google+
Tag
Puisi
payung
yang
tak