PELAIHARI POST

Artis Lokal

Leny Murdalisa, Alumni MAN Pelaihari, Jadi Artis di Ibukota

Minggu, 24 Februari 2013, 09:53:37 wita
Leny Murdalisa, Alumni MAN Pelaihari, Jadi Artis di Ibukota

Leny Murdalisa

PELAIHARI POSTPelaihari Post . Saat ini, satu–satunya warga Kabupaten Tanah Laut yang masuk jajaran Managemen Artis di Ibukota adalah Leny Murdalisa. Wanita muda kelahiran 25 tahun yang lalau ini, telah melalui proses yang cukup panjang untuk bisa menembus management artis di Ibukota.

Setelah beberapa hari Pelaihari Post gagal berusaha menemui Leny Murdalisa, akhirnya berhasil menemuinya. Kesibukannya menyanyi di berbagai provinsi Indonesia membuat sulit ia ditemui. Beberapa hari yang lalu Pelaihari Post dapat mewawancarainya sepulang dari Kota Makasar – Sulawesi Selatan.

Meskipun kini sudah menjadi artis, ia sosok yang ramah dan enak untuk diajak ngobrol. Wajahnya yang imut, senyumnya menawan, suaranya nan manja, merdu merayu, membuat siapa saja, akan merasa nikmat dan terasa asyik berbincang dengannya.

Wanita kelahiran 1 April 1986 ini adalah asli warga Pelaihari, anak dari seorang kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Takisung. Darah seni yang mengalir pada dirinya, katanya, berasal dari ayahandanya Leny mulai bernyanyi sejak usia lima tahun ketika masih di Taman kanak – kanak nol kecil, secara otdidak. Ia berlatih menyanyi di rumah dengan dibantu oleh sang ayah. Setiap ada lomba bernyanyi di sekolah, ia selalu ikut. Hal ini berlangsung terus sampai remaja bahkan ikut bergabung di Band yang ada di sekolah. Secara tidak sengaja karena hoby, sering menyumbang lagu pada setiap ada event – event tertentu bisa menjadikan terbiasa ditonton orang banyak. Ia menjadi percaya diri (tidak nervest ) untuk bernyanyi di atas panggung.

Pada akhirnya karena kebiasaan tadi pada suatu saat ada ajang KDI III pada tahun 2005, ia pun memberanikan diri mengikutinya. Pada saat itu hanya mampu pada finalis 50 besar sehingga tidak sampai ke Jakarta. Untuk masuk lima besar di ibu kota harus masuk dahulu 20 besar tingkat provinsi.

Kegagalan pada audisi KDI III, tidak membuatnya patah arang. Pada ajang KDI IV yang dilaksanakan pada tahun 2006 , ia berhasil masuk finalis sebelas besar di Jakarta. “Memang sulit mas untuk meraih juara di KDI , apalagi rivalnya rata – rata dari bimbingan vokalis ternama. Tidak seperti kami yang datang dari pelosok Kalimantan. Yang menentukan juga jumlah SMS, bukan murni penilaian juri yang betul–betul professional.. Bersyukur bisa masuk sebelas besar, Mas”, ujarnya.

Sebagai anak dari pelosok Kalimantan selatan, untuk biaya mengikuti berbagai lomba menyanyi hingga mengikuti KDI ini, Leny mengumpulkan uang sedikit- demi sedikit. Baju untuk tampil di panggung pun, diusahakan sendiri. “Kebetulan ayah kami, bisa menjahit, setiap naik panggung, ayah yang menjahitkannya”, tuturnya.

Selepas dari KDI Leny dikontrak oleh management TV ( MNCTV ) selama dua tahun. Sekarang pindah ke managamet Artis. Dari sinilah sekarang Leny banyak teman yang kadang – kadang kalau ada job ke luar daerah, dari teman – teman management artis sering kontak satu sama lain. Mengenai honor yang diterima, ia tidak mau terbuka. “Wah itu rahasia mas. Nanti aja, yang penting Leny bisa menghibur masyarakat dan tidak saling merugikan”, ujarnya. Spo.

Berita terkait  
tag:leny,murdalisa,alumni

Alumni Tahun 1990 SMAN 1 Pelaihari Adakan Reuni Perak
Rabu, 24 Februari 2016, 08:31:11 wita