PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Muhammad Hardiansyah, Tidak Pernah Takut Sebelum Perang

Minggu, 24 Februari 2013, 18:44:40 wita
Muhammad Hardiansyah, Tidak Pernah Takut Sebelum Perang

Hardiansyah

PELAIHARI POST 電 Di tengah menguatnya hegemoni yang terjadi sedemikian rupa, ternyata masih ada sosok pemuda yang kritis dan sangat peduli terhadap masalah sosial di Kabupaten Tanah Laut. Pemuda tersebut adalah Muhammad Hardiansyah. Pemuda kelahiran Tanah Laut (30), yang hingga kini masih lajang, memiliki semangat yang berkobar, mengkritisi kebijakan publik dan permasalahan sosial yang ada di Kabupaten Tanah Laut.

Hardiansyah panggilan sehari-harinya, dia adalah anak ke dua dari lima bersaudara, pasangan Reski (65) dan Parsiah (60) . Hardiansyah sejak sekolah Taman Kanak – Kanak sampai sekolah lanjutan atas, bersekolah di Kandangan Hulu Sungai Selatan. Kepindahannya tersebut karena mengikuti orang tuanya yang bertugas sebagai anggota TNI AD. Pada saat ini keluarga besarnya menetap di Kabupaten Tanah Laut, tepatnya di Kelurahan Angsau, samping Kompi C-623. Ibunda Hardiansyah adalah orang asli Pelaihari, sedangkan ayahnya berasal dari Jawa Timur.

Rasa kepeduliannya yang tinggi membuat ia bergabung pada Lembaga Swadaya Masyarakat untuk menyalurkan segala aspirasi masyarakat dan sebagai kontrol terhadap penguasa. LSM tempat untuk beraktifitas pada saat sekarang ini adalah Merah Putih. Saat ini ia memegang posisi sebagai Direktur LSM Merah Putih yang ada di Tanah- Laut. Lembaga yang dipimpinya ini dibantu lima orang aktifis dan simpatisan yang memiliki visi yang sama. Ia bersama lembaganya banyak menyoroti masalah Birokrasi , Lingkungan dan Korupsi. Walaupun sampai saat ini hal – hal yang disoroti belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, akan tetapi ia tetap berjuang hingga sampai kapanpun. “Sudah seharusnya bila semua instansi terkait dapat menjalankan amanah rakyat, tanpa ada rakyat satupun yang dirugikan” cetus Hardiansyah kepada Pelaihari Post .

Di dalam kiprahnya di LSM Merah Putih, Hardiansyah mendapat dukungan penuh dari keluarga besarnya terutama sang ayah. Ayahnya memberikan restu kepadanya untuk berjuang walaupun tidak harus dengan perang, sebagaimana dilakukan ayahnya. Menurutnya, dukungan dan restu itulah yang dalam dalam perjalananya selama tiga tahun ini, walaupun banyak menyoroti orang–orang yang berkuasa, tidak ada kendala yang merintanginya, baik berupa premanisme secara langsung maupun dari suruhan penguasa. “Saya yakin sebagai anak kolong yang terpanggil untuk membela kaum yang lemah ini selalu dilindungi oleh yang maha Kuasa, hal ini sesuai dengan semboyan Merah Putih: TIDAK PERNAH TAKUT SEBELUM PERANG”, tegasnya. Spo.

Berita terkait  
tag:muhammad,haransyah,tidak

Akhmad Hairin Kembali Pimpin Muhammadiyah Tanah Laut
Sabtu, 16 Juli 2016, 22:14:00 wita

Muhammad Ali
Sabtu, 23 Februari 2013, 03:01:41 wita