PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Perkawinan Lokal, Puyuh Milik Suharno Produksi 14 ribu Telur Perhari

Kamis, 07 Maret 2013, 09:58:03 wita
Perkawinan Lokal, Puyuh Milik Suharno  Produksi 14 ribu Telur Perhari

Suharno (45), Peternak Puyuh

PELAIHARI POST 電 Usaha peternakan puyuh dengan model perkawinan lokal yang dikelola Suharno (45) mampu menghasilkan produksi telur mencapai 14 ribu perhari. Suharno, Warga Kelurahan Angsau RT 13 RW 04 Kecamatan Pelaihari berhasil mengembangkan usaha peternakan puyuh, di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari.

Usaha yang dikelola Suharno ini dirintis sejak tahun 1991. “Ketika itu kandang saya masih berada di Kelurahan Angsau. Pada tahun 2003 kami pindah ke Desa Telaga ini. Lahan ini sebelumnya kami sewa, tetapi sekarang sudah kami beli. Ada sekitar 3 (tiga) kandang yang saya milikik”, ujarnya kepada Pelaihari Post Kamis (07/2013).

Dalam pengembangan usaha peternakan puyuh ini, diwadahi dalam kelembagaan kelompok yaitu kelompok Puyuh Petelur Jaya atau Putra Jaya dan Popiko. Pembentukan kelompok ini baru dilakukan sejak tahun 2011.

Penjualan hasil produksi telur yang selama ini meliputi wilayah Pelaihari dan Martapura Kabupaten Banjar. Harga jual telur bervariasi tergantung besar kecilnya ukuran. Biasanya berkisaran Rp 240 per butir. “Harga pasar tersebut terkadang bisa turun kalau terjadi aksi pasok telur dari Jawa. Telur yang dipanen itu kami kirim ke pelanggan dalam bentuk partai besar antara 20-30 ribu butir. Biasanya antara 5 (lima) sampai 8 (delapan) hari dikirim ke pelanggan”, tutur Suharno.

Menurut Suharno, perawatan ternak puyuh cukup rumit. Selain biaya perawatan yang tinggi, terpaan penyakit juga cukup mengganggu usaha peternakan puyuh. “Kondisi listrik yang sering mati sangat mempengaruhi daya tetas. Harga pakan terkadang bisa naik lima kali lipat”, ujarnya.

Suharno mengharapkan ada perhatian dari pihak pemerintah. “Supaya diatur agar kegiatan pemasokan telur dari Jawa tidak mengganggu harga pasar di sini. Pihak perbankan juga bisa memberikan kemudahan. Selama ini kami tidak bisa melakukan pinjaman ke BRI atau BNI”, ujarnya heran. Asb.


Hamdi(35) dan Salekan Daud, Pekerja kandang

Berita terkait  
tag:perkawinan,lokal,puyuh