PELAIHARI POST

Artikel

Pendidikan Karakter Sebagai Penguatan Kurikulum Pendidikan Nasional

Selasa, 26 Maret 2013, 08:57:21 wita
Pendidikan Karakter Sebagai Penguatan Kurikulum Pendidikan Nasional

Maslani, S.Pd (Kepsek & Guru PKn SMPN 3 Panyipatan)

PELAIHARI POST 電 Dalam sebuah tulisan oleh Saudara Ahmadiyanto, S.Pd , guru SMPN 2 Halong Kabupaten Balangan, yang dimuat dalam rubrik Opini Banjarmasin Post terbitan Senin, 18 Juli 2011, dengan judul “ Sekarang Atau Tidak Selamanya (Apresiasi terhadap Pendidikan Berkarakter)”,menyebutkan bahwa dunia pendidikan Indonesia memasuki babak perkembangan yang cukup luar biasa. Dulu isu-isu tentang dunia pendidikan masih dipandang sebelah mata,pendidikan kita seakan-akan tidak memiliki arah yang jelas. Sekarang dunia sudah berubah, kesadaran bangsa kita akan pentingnya dunia pendidikan sudah mulai tergugah. Meskipun agak terlambat, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Permasalahan yang menjadi topik utama dalam tulisan tersebut adalah adanya krisis dan dekadensi moral bangsa saat ini, seperti masalah korupsi, krisis kepemimpinan, kenakalan remaja, dan berbagai masalah lainnya yang berhubungan erat dengan moral dan karakter sebuah bangsa yang beradab. Kemudian sekolah sebagai institusi pendidikan yang berperan penting dalam membangun karakter bangsa ( charakter and national building) dianggap belum mampu memberikan dan melahirkan generasi bangsa yang sesuai dengan pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan yang dijalankan oleh sekolah selama ini lebih banyak menjejali peserta didik dengan kecerdasan intelektual, sementara kecerdasan emosional dan spritual belum banyak tergarap dengan baik. Penulis juga menyampaikan kesimpulan sebuah hasil penelitian di Harvard University AS, bahwa ternyata kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain. Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh kemampuan teknis sisanya 80 persen oleh pengelolaan diri. Penulis juga menyampaikan bahwa charakter and national bulding atau pendidikan karakter bangsa penting sekali , karana merupakan dasar dari segala kehidupan bangsa Indoensia. Suatu bangsa tidak akan mampu membangun apa pun dengan karakter bangsa yang bobrok, karakter dan mental yang telah rusak.

Membicarakan tentang charakter and national bulding atau pendidikan karakter bangsa sebagaimana yang telah dipaparkan oleh penulis opini di atas sudah menjadi topik pembicaraan banyak kalangan , baik pemimpin bangsa, tokoh dan pemuka agama, tokoh pemikir dan praktisi pendidikan, dan bahkan para politisi yang duduk menjadi anggota legislatif, serta pihak-pihak yang peduli dengan dunia pendidikan dan masa depan bangsa ini. Sekolah sebagai institusi dan wadah untuk menggodok generasi muda dan pemimpin bangsa ini di masa depan memegang peran penting dan strategis dalam rangka menyiapkan kader pemimpin bangsa yang memiliki karakter yang kuat dan tangguh sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan nilai-nilai dalam aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, intelektualdan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Selain mewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan.

Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki suatu proses yang berkelanjutan, dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kelompok normatif, adaptif, produktif, dan pengembangan diri). Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa, kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. Selain itu, pendidikan harus membangun pula kesadaran, pengetahuan, wawasan, dan nilai berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi), nilai yang hidup di masyarakat (antropologi), sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi), sistem ketatanegaraan, pemerintahan, dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan), bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya, kehidupan perekonomian, ilmu, teknologi, dan seni. Artinya, perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilai-nilai yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dengan terobosan kurikulum yang demikian, nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri, masyarakat, bangsa, dan bahkan umat manusia.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat didekati melalui budaya, karakter bangsa, dan pendidikan. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan itu digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan; akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah dihasilkannya. Ketika kehidupan manusia terus berkembang, maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, ilmu, teknologi, serta seni. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang.

Berita terkait  
tag:penkan,karakter,sebagai

Guru Sebagai Chief Yang Ahli Memasak
Minggu, 24 Februari 2013, 05:54:32 wita

Nilai Pendidikan Islam di Bulan Ramadhan
Minggu, 24 Februari 2013, 01:57:11 wita

Pendidikan Akhlak Siswa Di Era Kemajuan Iptek
Jum'at, 22 Februari 2013, 04:17:40 wita