PELAIHARI POST

Artikel

Hakekat Sekolah Unggulan

Oleh Maslani, S.Pd ( Kepsek dan Guru SMPN 3 Panyipatan)

Minggu, 12 Mei 2013, 10:31:19 wita
Hakekat Sekolah Unggulan

Maslani, S.Pd (Kepsek dan Guru SMPN 3 Panyipatan )

PELAIHARI POST 電 Di jalan A.Yani Km. 17 Gambut telah berdiri sebuah sekolah yang megah ditengah-tengah lahan yang masih ditumbuhi oleh banyak pohon galam dan relatif jauh dari pemukiman penduduk tetapi berada di daerah yang strategis di tepi jalan raya utama poros Kalimantan. Sekolah ini diberi nama SMA Banua, sebuah sekolah Bilingual Boarding School yang pertama dibangun Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan tanpa menumpang pada sekolah yang sudah lama berdiri. Sekolah ini memiliki visi menjadi sekolah bertaraf internasional yang berkeunggulan dalam bidang iman dan taqwa (intaq), dan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Sekolah ini menganut sistem pendidikan siswa dengan berasrama, atau boarding school, sehingga segala kegiatan dan keperluan siswa dapat terkontrol dengan baik dalam sebuah lingkungan pendidikan yang sedemikian rupa sehingga diharapkan dapat menghasilkan (output) yang unggul dan berprestasi. Sekolah ini merupakan suatu terobosan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi, motivasi dan inisiatif pihak lain, seperti pemerintah daerah kabupaten/kota lainnya, untuk mendirikan sekola –sekolah unggulan di daerahnya masing-masing, baik jenjang sekolah dasar ataupun menengah (SMP/MTs).

Sekolah ini telah menginspirasi dan memotivasi lahirnya sekolah yang sama, tetapi didirikan oleh pihak swasta, dalam hal ini oleh seorang pengusaha ternama di Kalselteng, yaitu Bapak H. Sulaiman HB dan keluarganya, yang berlokasi di jalan Anjir arah ke Kapuas, tepatnya di desa Sungai Lumbah Kabupaten Barito Kuala, sekitar 15 km dari Banjarmasin. Sekolah ini juga mengusung semangat keunggulan seperti sekolah yang didirikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel tersebut.

Bagi kita warga banua, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak-pihak yang sangat peduli dengan dunia pendidikan di banua tercinta ini sehingga kita warga banua merasa bangga juga karena kita tidak tertinggal jauh dengan daerah-daerah lain yang telah lebih dulu mendirikan sekolah serupa. Kata orang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali atau better late than never. Tentu kita memberikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tinggi atas upaya nyata untuk mewujudkan warga banua yang mampu berprestasi dan bersaing di era globalisasi. Melalui dunia pendidikan inilah kita diharapkan dapat menggapai impian dan cita-cita yang kita harapkan, termasuk membangun banua ini agar lebih maju dan sejahtera lahir dan bathin yang diridhoi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Konsep sekolah unggul

Ada baiknya kita lihat definisi dari sekolah unggulan yang berkembang saat ini. Sekolah Unggulan adalah Terjemahan bebas dari “Effective School”

An Effective School is a school that can, in measured student achievement terms, demonstrate the joint presence of quality and equity. Said another way, an Effective School is a school that can, in measured student achievement terms and reflective of its “learning for all” mission, demonstrate high overall levels of achievement and no gaps in the distribution of that achievement across major subsets of the student population.

Ada tiga tipe atau model dalam istilah sekolah unggulan, yaitu :

a. Tipe 1

Tipe ini sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul, output yang dihasilkan juga unggul. Dengan kata lain seandainya tanpa ada kepemimpinan kepala sekolah dan arahan dan bimbangan atau sentuhan gurunya pun siswa sekolah ini akan berprestasi baik karena memang dasarnya siswa-siswa yang cerdas atau pintar.

Hasil atau output sekolah tipe ini tidak dapat mengukur seberapa besar keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru atau sekolah, atau sangat sulit mencari peran yang signifikan dari campur tangan guru terhadap keberhasilan siswa karena siswa sudah memiliki keunggulan yang di atas rata-rata sebelum masuk ke sekolah ini. Perbandingan keberhasilan saat masuk dan keluar dari sekolah tipe ini relatif tidak dapat diukur sebagai bentuk keberhasilan dan campur tangan guru atau sekolah terhadap hasil yang diperoleh siswa. Dengan demikian, proses pembelajaran atau belajar-mengajar di sekolah tipe ini dapat dikatakan tidak merupakan sesuatu yang berperan penting bagi keberhasilan siswa dalam berprestasi, kalaupun ada perannya relatif kecil bahkan tidak ada sama sekali bagi pencapaian keberhasilan prestasi yang diperoleh siswa (ouput)

b.Tipe 2

Sekolah dengan menawarkan fasilitas yang serba mewah dan berstandar atau bertaraf internasional, yang ditebus dengan SPP atau biaya yang sangat tinggi atau bertarif internasional. Konon, untuk sekolah dasar unggulan di Parung, Bogor uang pangkalnya saja bisa sekitar lebih dari 7 juta. Mahal? Tidak juga, buktinya banyak orang-orang Indonesia yang sekolah di sana. Tidak mahal menurut mereka dibandingkan biaya sekolah di luar negeri, dan memang sekolah ini dibangun untuk membendung arus warga negara Indonesia yang berbondong-bondong sekolah ke luar negeri. Otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa “jurus” pola belajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya. Sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikannya.

Sarana dan prasaran sekolah, khususnya sarana pembelajaran menjadi unsur penting dalam proses pembelajaran, disamping teori dan model atau motede pembelajaran tertentu yang menjadi karakteristik pembelajaran di sekolah-sekolah tipe ini. Keunggulan utama terletak pada sarana dan prasarana sekolah yang lengkap dan lebih dari cukup atau berstandar internasional, terlepas apakah siswanya prestasi akademiknya cukup, sedang, atau baik. Siswa sekolah ini bersifat hetorogen tingkat kemampuan akademiknya, termasuk latar belakang prestasi yang dibawa siswa ke sekolah ini (input). Dengan mengandalkan pada keunggulan sarana dan prasarana sekolah dan pembelajaran serta dengan teori dan model atau metode pembelajaran tertentu yang menjadi karakter sekolah ini diyakini dapat menghasilkan siswa yang berprestasi terbaik meskipun pada awalnya prestasinya tidak sama atau beragam.

c.Tipe 3

Sekolah unggul ini menekan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Sekolah tipe ini menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi. Proses pembelajaran menjadi kekuatan dan keunggulan utama sekolah tipe ini. Guru memegang peran yang penting dan utama dalam proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah pada umumnya, namum bukan berarti guru bersifat otoriter dalam proses pembelajaran. Guru mengambil peran yang sesuai dengan fungsi sebagai orang yang mampu mengaplikasikan pendidikan secara utuh dan menyeluruh dalam proses pendidikan atau dapat disebut juga sebagai guru yang profesional.

Demikian pula dengan iklim belajar dan lingkungan sekolah yang kondusif mampu memberikan dampak yang positif pula bagi siswa untuk belajar dan beraktivitas guna menumbuhkembangkan segenap potensi dan kemampuan yang ada dalam dirinya sehingga menghasilkan prestasi diri yang optimal. Iklim belajar diciptakan oleh guru yang benar-benar mengerti dan paham akan siswa yang dibimbingnya, mengerti kelemahan dan kekuatan yang ada di setiap diri siswanya sehingga guru mampu menciptakan suasana dan kondisi proses pembelajaran yang positif bagi semua siswa di kelasnya. Adalah suatu hal yang perlu diingat dan dipahami betul oleh guru bahwa setiap siswa memiliki pribadi dan kemampuan yang berbeda dengan siswa yang lainnya. Intinya adalah guru mampu mengolah kondisi siswa yang beragam dan heterogen ini menjadi pribadi-pribadi yang berkembang sesuai dengan bakat,potensi, dan kemampuanya dan melahirkan prestasi yang sangat membanggakan.

Penutup

Mengitip pendapat Howard Gardner , seorang pakar pendidikan penemu multiple intelegence (kecerdasan majemuk) dari Harvard University , bahwa anak harus didorong untuk mengaktualisaksikan kecerdasannya. Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Kecerdasan tersebut adalah kecerdasan spasial-visual (cerdas dalam menggambar atau membayangkan), linguistik-verbal (cerdas dalam berkata-kata atau berbahasa). Kecerdasan interpersonal (cerdas dalam berinteraksi dengan sesama), kecerdasan musikal-ritmik (cerdas dalam bernyanyi dan memainkan alat musik), kecerdasan naturalis (cerdas dalam berhubungan dengan alam dan isinya). Kecerdasan badan (kinestetis)- cerdas dalam berolah raga dan menari, kecerdasan intrapersonal (cerdas dalam memahami diri atau merenung), dan kecersdasan logis matematis (cerdas dalam berhitung). Maka tugas sekolahlah untuk membantu anak mengaktualisasikannya.

Di akhir tulisan ini saya mengutip sebuah pernyataan seorang guru teladan dari Georgia yang meyampaikan idenya tentang anak didik pada saat penganugerahan guru teladan. Beliau mengatakan "bahwa hal yang paling mengasyikkan dalam mengajar adalah saat saya menatap wajah seorang anak dan menyaksikan kebingungannya berubah menjadi konsentrasi, lalu konsentrasinya berubah menjadi keterkejutan, dan akhirnya keterkejutannya berubah menjadi rasa bangga akan prestasinya". Sekali lagi bahwa sekolah dan guru harus mampu membangkitkan minat dan bakat alamiah siswanya sehingga akan muncul loncatan-loncatan prestasi yang luar biasa.

Jadi dengan kata lain sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut. Inilah hakekat utama sekolah unggulan.

Berita terkait  
tag:sekolah,unggulan,smp,mts,guru,murid