PELAIHARI POST

Editorial

Hari Jadi Ke-50 Kabupaten Tanah laut

Sabtu, 02 Januari 2016, 11:45:37 wita
Hari Jadi Ke-50 Kabupaten Tanah laut

Karnaval dalam rangka Hari Jadi Ke-50 Kabupaten Tanah Laut

PELAIHARI POST 電 Baru saja kita memeriahkan Hari Jadi Ke-50 Kabupaten Tanah Laut. Banyak kegiatan yang dihadirkan di tengah-tengah kita. Kegiatan itu ada yang bersifat hiburan, expo, pasar rakyat, karnaval, lomba-lomba, pengajian dan beberapa kegiatan seremonial. Soal kemeriahan mungkin berbeda-beda menyikapinya tergantung sudut pandang dan selera masing-masing. Tetapi, hakekatnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Begitulah kira-kira cara kita memeriahkan sebuah hari jadi.

Tanah Laut yang telah memasuki usia 50 tahun itu, telah diiringi dengan berbagai kemajuan. Diperkotaan, khususnya, diberbagai tempat tampak “dipercantik” sedemikian rupa. Beberapa ornamen hias pun diperbaharui dengan pernak-pernik lampu yang bisa membuat suasana kota tampak gemebyar.

“Pasar Ekslusif” semacam supermarket pun telah hadir di wilayah perkotaan. Munculnya tempat perbelanjaan ala supermarket terkadang menjadi patokan bagi modernitas suatu wilayah, selain tumbuh pesatnya kantor perbankan di suatu daerah. Ada kalanya kawan kita di tempat lain, ingin mendapatkan gambaran kondisi wilayah kita dan menanyakan: “Ada Mall nggak, ada supermarket tidak. Ada Bank ini nggak? banyak ATM nggak?”

Pusat perbelanjaan ala Supermarket tentu memiliki banyak keunggulan. Selain praktis karena berbagai keperluan ada di suatu tempat, suasana pun tampak nyaman, sejuk karena ber-AC. Bagi yang tergabung dalam “suatu jaringan” tentu ada kemudahan pasokan barang dan standar teknologi. Kebutuhan tenaga kerja pun menjadi “irit”, karena sebagian pekerjaan telah diambil alih oleh kerja-kerja teknologi.

Ada argumentasi bahwa masing-masing bentuk pasar memiliki segmen konsumen masing-masing. Tetapi segmen konsumen pun tidak selamanya bersifat konstan. Pesatnya deseminasi untuk berperilaku instan menjadi pendorong bagi masyarakah untuk mudah berubah segmen. Meskipun perubahan itu hanya gaya dan perilaku bukan kemampuan daya beli. Tetapi justru di sini masalahnya.

Pada usia yang ke-50 tahun ini, tampak semakin pesatnya pengembangan kawasan perumahan. Munculnya kawasan perumahan memperluas “cakupan perkotaan”. Berkembangnya suatu kawasan dengan berbagai kehidupan yang dinamis. Menimbulkan variasi dan peluang ekonomi. Yang jelas, meningkatkan nilai jual tanah di sekitarnya. Selain pengembangan kawasan perumahan, usaha jual tanah kaplingan pun semakin pesat. Sepertinya ini, terlihat menarik. Entah mengapa? Hanya saja perlu diantisipasi kemungkinan munculnya konflik pertanahan.

Harga jual karet yang beberapa bulan terakhir ini masih belum memadai, tentu saja belum bisa membuat petani karet “tersenyum”. Begitu pula harga jual sawit, kondisinya juga demikian. Padahal cukup banyak dari petani yang menggantungkan kehidupannya dari berkebun karet ataupun sawit. Kesulitan ini tidak berdiri sendiri akan menjadi rentetan yang kait mengait dengan sektor usaha lainnya. Tetapi mereka harus bertahan dan tetap menjalani kehidupan ini.

Selamat Hari Jadi Ke-50 Kabupaten Tanah Laut.


Berita terkait  
tag:hari,ja,ke-50

Rumah Warga di Desa Bumi Jaya Ludes, Saat Ditinggal Pergi
Kamis, 18 Oktober 2018, 21:49:25 wita

Rumah Penjaga Sekolah pada SMAN 1 Pelaihari Ludes Terbakar
Jum'at, 12 Oktober 2018, 23:11:05 wita

Bupati Tanah Laut Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 17
Senin, 24 September 2018, 21:03:21 wita