PELAIHARI POST

Editorial

Pilgub Usai Sudah?

Minggu, 24 Januari 2016, 09:50:26 wita
Pilgub Usai Sudah?

Ilustrasi

PELAIHARI POST 電 Pilgub, Usai Sudah?

Pemilihan Gubernur dan Waki Gubernur Kalimantan selatan sudah usai digelar yaitu 9 Desember 2015. Calon terpilih sudah ditetapkan dan tinggal pelantikan. Masing-masing pihak sudah tampak “legowo” menerima hasil dan terbukti tidak ada yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun ini di Kabupaten Tanah Laut hanya dilaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan ada yang berbarengan diselenggarakannya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Walikota yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru. Suasana mereka tentu berbeda dengan daerah yang hanya melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Seperti biasanya yang terpilih diharapkan untuk melaksanakan visi dan misi serta janji-janji yang disampaikan pada saat kampanye. Diharapkan pula pemerintahan ke depan lebih baik dan lebih efektif bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Pemerintahan yang bersih dan berwibawa, bebas dari KKN dan lain sebagainya. Kurang lebih seperti itu harapan-harapan yang terkemukakan yang menghiasi percakapan baik lisan maupun tulisan, baik yang terpublikasikan kepada khalayak ramai ataupun perbincangan terbatas seperti di warung kopi maupun di warung makan. Masyarakat pun diminta untuk “kembali” ke “dunianya” sebagaimana sedia kala.

Rentang waktu yang panjang dari tahapan pemilihan itu sebenarnya lebih banyak digumuli oleh petugas dari soal data pemilih, pencalonan, kampanye maupun pelaksanaan di TPS. Dalam rentang waktu yang panjang itu, masyarakat tetap berada dalam “dunianya”. Hanya pada saat pemungutan suara, perlu meluangkan waktu sejenak mendatangi TPS untuk melaksanakan pemungutan suara dan sesudah itu bisa pulang ke rumah.

Pergumulan atau semacam persinggungan bisa jadi pada hari-hari atau minggu terakhir. Bukan soal intensitas persinggungan tetapi keterkaitan yang menyentuh ikatan-sosial yang terbentuk dalam jaringan relasi sosial selama ini. Ikatan sosial itu bisa jadi berantakan karena tawaran analgetik yang tak terhindarkan.

Kesadaran itu sebenarnya ada tetapi tetap saja tak terelakan. Tidak saja menjadi tontonan tetapi menjadi bagian realita rutinitas yang selalu kunjung datang dari waktu ke waktu dan terus mencerai beraikan ikatan sosial yang semakin me-”akut”-kan kecideraan kebatinan. Maka kembalinya pada “dunia”-nya adalah kembalinya pada kecideraan kebatinan yang akut di atas puing-puing cerai beraianya ikatan sosial yang rapuh.

Berita terkait  
tag:pilgub,usai,pemilu

Sebanyak 16 Parpol di Tanah Laut Dilakukan Verifikasi
Rabu, 31 Januari 2018, 01:03:29 wita