PELAIHARI POST

Laporan Utama

Pungutan Karcis portal di Desa Simpang Empat Sungai Baru Kades dan Ketua LPM Jadi Tersangka

Jum'at, 26 Februari 2016, 13:02:30 wita
Pungutan Karcis portal di Desa Simpang Empat Sungai Baru Kades dan Ketua LPM Jadi Tersangka

Warga yang melakukan demo saat digelar Prapaeradilan di Pengadilan Negeri Pelaihari

PELAIHARI POST 電 Kasus dugaan korupsi tentang pengelolaan keuangan dana Perdes yang bersumber dana pungutan karcis portal di Desa Simpang Empat Sungai Baru kecamatan Jorong kabupaten Tanah Laut yang melibatkan Kepala Desa Sungai Baru Husni Firdaus dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) H Gazali Rahman harus berurusan dengan Polres Tanah Laut. Yang bersangkutan sampai saat ini masih dalam penahanan dan penyelidikan pihak Kepolisian Resor Polres Tanah Laut Selasa(06/01/15).

Sejak April 2014 sampai Desember 2015 pihak Pemerintah Desa Simpang Empat Sungai Baru dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melaksanakan pungutan Karcis Portal Desa Simpang Empat Sungai Baru yang hasilnya akan di salurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) guna membangun sarana Infrasuruktur di desa. Namun rencana itu ditengarai tidak berjalan lancar dan para tokoh yang ada di desa melaporkan kasus ini ke pihak Penyidik Kepolisian Resor Polres Tanah Laut.

Pengakuan Salah seorang Pekerja di Portal Juhni Diris selaku ketua kerja jaga portal shift B mengatakan bahwa pekerjaanya dibawah wewenang Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). “Dulu ketika masih baru barunya kami kerja sepuluh hari sekali kami digaji Rp 560 ribu terus meningkat lagi Rp 650 ribu sampai ketiga kalinya bisa mencapai Rp 1,5 juta per orangnya. Di kelompok kami ada 10 orang pekerja. Dulu waktu baru-baru nya kami kerja disini setiap hari kami dapat makan dan rokok dua bungkus dalam seharinya.”ungkapnya

“Dalam sehari semalam kami bekerja bisa mencapai 480 rit mobil yang kami catat. Ketika masih ramai galian tambang, bisa mencapai 380 rit dan bisa turun 300 sampai 200 rit, tergantung cuacanya. Per truck nya Rp 20 ribu. Lalu hasilnya kita laporkan ke ketua LPM penarikan karcis dari sopri truck yang kami catat,yang kita ambil bukan berbentuk uang tapi karcisnya saja, “papar Juhni Diris warga Rt 05 Rw 03 Desa Simpang Empat Sungai Baru Kecamatan Jorong

Hal senada sama diungkapkan oleh Sanjaya ketua shift A mengakui sebagai pekerja harian lepas. Kalau masalah gaji kita dilihat dari penghasilan sehari-hari kalau cuacanya Panas bisa lumayan bisa persepuluh hari kita dapat Rp 600 ribu-an gajih per orangnya.Saya mulai masuk kerja disini dari tahun 2014 bulan 5.Kita disini hanya melaporkan karcisnya saja ke ketua LPM, karcis yang di ambil dari sopir-sopir truck. Perkarcis Rp 20 ribu di potong pekerja Rp 8 ribu.sisa Rp 12 ribu masuk ke desa, dalam 10 hari saya bisa mencapai 1000 rit tinggal nanti kita bagi 10 orang pekerja bisa Rp 1,5 juta dalam satu bulan “ papar sanjaya ,warga Rt 03 Gank Anur Desa Sungai Baru simpang Empat.”ucapnya

Saat Pelaihari Post berbincang-bincang di pos jaga portal Desa Simpang Empat Sungai Baru Awi , Sopir Truck pengangkut batu bara membenarkan soal karcis. Biasanya ia sudah dikasih oleh pihak penambang. “Sampai di pos saya hanya dicatat lalu diambil karcisnya sama petugas karcis,” paparnya.

Menurut Sanjaya awal mulanya Kepala Desa dan Ketua LPM beurusan dengan hukum atas dasar laporan dari masyarakat ke Polres Tanah Laut. Dua kali warga melakukan Demo.”Setelah itu datang petugas menanyakan cara kerja di pos karcis. Berlanjut dari itu dalam beberapa bulan kemudian pekerja Karcis di panggil Polres Tanah Laut, Saya, Juni, Idur, Uji,Endi, dan Agus diminta keterangan saja, “ ungkap Sanjaya

Selama perdes dicabut oleh Pihak Desa, Sanjaya dan Juhni Diris saat ini menganggur. Mereka berharap segera dan secepatnya ada pembentukan dari pemerintahan soal pungutan karcis lagi tapi mereka ingin transparan.Sementara di Kantor Desa, Sekdes Herdi saat ditemui Pelaihari Post mengatakan selama ini untuk kegiatan di kantor desa tetap jalan .”Paling yang kita tangani masalah administrasi bikin surat menyurat kalau diluar itu kita tidak ada wewenang. Soal karcis portal tidak tahu persoalan itu, “ ujarnya.

Saat ini Husni Firdaus dan Gazali Rahman dalam penahanan Polres Tanah Laut guna penyelidikan saat Pelaihari Post menemui Penyidik persoalan kasus Husni Firdaus dan Gazali Rahman TR melalui Kasat Reskrim AKP Ade Paparihi SH,S.IK.MH di ruang kantornya,Jumat 08/01/15, mengatakan penyidik saat ini sudah menemukan empat alat bukti yang kuat dan penyidik yakin dengan bukti yang kuat lalu melakukan penahanan terhadap dua tersangka dengan syarat-syarat pertimbangan sangat obyektif maupun secara subyektif. “Karena kalau tidak melakukan Penahanan kemungkinan tersangka akan menghilangkan alat bukti dan melarikan diri dan melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu proses penyidikan, itu yang kita takutkan,“ ungkap Kasat. Asb

Berita terkait  
tag:pungutan,karcis,portal

Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar di Tanah Laut Dikukuhkan
Kamis, 12 Januari 2017, 23:46:49 wita