PELAIHARI POST

Editorial

Rumput Tetangga Tampak Lebih Hijau

Sabtu, 27 Februari 2016, 09:56:23 wita
Rumput Tetangga Tampak Lebih Hijau

Ilustrasi

PELAIHARI POST 電 Shisha atau yang dikenal dengan rokok Arab merupakan gaya merokok tembakau ala Timur Tengah. Cara merokok shisha berbeda dengan mengisap rokok tembakau pada umumnya. Shisha menggunakan tabung yang berisi air. Di dalam tabung itu, tembakau dipanaskan dengan ditambahkan rasa buah-buahan. Tabung shisha juga dilengkapi dengan selang untuk menghirup asap yang dihasilkannya

Antusias remaja di malam itu barangkali cukup mengejutkan. Istilah shisha sendiri kurang begitu terbiasa terkemukakan dalam pergaulan masyarakat sehari-hari di Kabupaten Tanah Laut. Bisa jadi mereka yang berkumpul pada malam tahun baru itu didorong oleh sebab musabab yang tidak dihubungkan langsung dengan aktifitas ber-shisha. Tetapi keberadaannya telah menjadi simbol pemikat para remaja sebagai ruang ekspresi keremajaannya di malam tahun baru.

Identifikasi shisha sebagai produk kultural dari Arabisme akan memudahkan dalam penetrasi sosial. Produk kultural dari Arabisme dalam watak sosial ke-Indonesiaan sebagian besar akan permisif dan bahkan memberikan ruang sosial sebesar-besarnya. Terkadang ada spirit relegiusitas yang disandangnya. Kegandrungan remaja tidak semata-mata, solidaritas jaringan relasi sosial, penempatan peran sebagai hal “gaul” dalam komunitas tetapi ada rasa kenyamanan spiritualitas.

Kegandrungan itu bukanlah sesuatu yang antitesa terhadap perilaku modernitas yang juga terlebih dahulu menggunakan pendekatan “gaul” dalam suatu komunitas sosial remaja yang sebenarnya tidak lebih dari fellower dari instrumen modernisasi yang lebih dikenal sebagai westernisasi.

Keduanya bukan merupakan antitesa satu sama lain malahan satu balutan dalam kaidah instrumen pemikat atau perangkap konsumerisme atas nama gaya hidup dengan menjadikan satunya pilihan, secara sistematis menutup peluang dan alternatif-altenatif yang merupakan khasanah lokalitas sekalipun. Penetrasi keduanya semakin mudah karena gempuran informasi melalui berbagai cara, sementara kesempatan berdialektika semakin sempit. Lagi pula dipandang bahwa” rumput tetangga tampak hijau.” .


Berita terkait  
tag:rumput,tetangga,tampak