PELAIHARI POST

Parlementaria

Masalah Lahan Plasma Sawit di Desa Kuringkit,DPRD Provinsi Kalsel Turun Tangan

Jum'at, 15 Juli 2016, 01:03:24 wita
Masalah Lahan Plasma Sawit di Desa Kuringkit,DPRD Provinsi Kalsel Turun Tangan

Pertemuan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Pemerintah Kabupaten Tanah Laut

PELAIHARI POST 電 Komisi II DPRD Kalimantan Selatan melakukan pertemuan di Aula Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Senin (15/02/2015) untuk membahas permasalahan lahan Plasma Koperasi Sawit Makmur PTPN XIII yang berada di Desa Kuringkit. Pertemuan selain dihadiri sejumlah anggota Komisi DPRD Provinsi Kalsel, dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Drs H Abdullah MM , Kepala Dinas Kehutanan Ir.H Akhmad Hairin .MP, Kepala Bagian Penataan BPN Tanah Laut Muhammad Aspiyansah dan pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan. Sedangkan dari Koperasi Sawit Makmur PTPN XIII terlihat Ketua Koperasi Samsul dan GM Meneger PT Inhutani III Kalimantan selatan H.Tarmizi.

Permasalahan pada pokoknya bermula dari SK Menteri Kehutanan pada Tahun 2009 yang menyebutkan lahan plasma Koperasi Sawit Makmur PTPN XIII di Desa Kuringkit termasuk lahan wilayah PT Inhutani III. Sedangkan pada SK Menteri Kehutanan sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 1999 tidak termasuk.

Salah seorang Anggota Komisi II, Imam Suprastowo dalam pertemuan itu menyampaikan adanya komunikasi yang tidak berjalan dengan baik sehingga kurang sosialisasi terhadap permasalah ini. “Di sini ada miskomunikasi dan kurang sosialisasi. Di SK Menhut tahun 1999 posisinya ada di ATL tapi SK Menhut yang tahun 2009 masuk ke pada Hutan Lindung (HL) yang menguasai adalah Perhutani. Sedangkan dari anggapan Masyarakat ini milik PTPN XIII. Sedangkan PTPN XIII tidak berhak memberikan Konpensasi karena PTPN XIII sifatnya hanya apalis sedangkan Penjamin terhadap Petani hukumnya itu ada di Koperasi Sawit Makmur PTPN XIII

Bila permasalahan ini tidak segera terselesaiakan, Imam Suprastowo akan membawa permalahana ini ke dalam mekanisme kelembagaan DPRD Provinsi Kalsel. “Kita akan bentuk Pansus untuk merevisi. Masalah ini sudah terlalu lama,” ucapnya.

Sementara itu GM Manager Inhutani III Wilayah Kalimantan Seltan H Tarmizi saat diminta komentarnya ketika masih dalam Aula membantah jika pihak PT Inhutani belum pernah melakukan sosialisasi. “Bahkan kita ajak juga kepala Desa. Sesuai aturan kita sosialisasikan dahulu berdasarkan peta tentang mengenai tata batas. PT Inhutani III itu sudah menanam terlebih dahulu disana tanaman Akasia. PT inhutani III mulai tanam akasia pada tahun 2007-2008 sekitar 1300 Ha. Mereka masuk pada saat itu tanaman masih kecil. Main babat saja. Jadi persoalan ini ada di 200 Ha itu,” paparnya. Asb.

Berita terkait  
tag:Sawit,DPRD Kalsel, lahan

Warga di Desa Jorong Tolak Angkutan Sawit dari Perusahaan
Selasa, 20 Desember 2016, 22:26:36 wita

Kebun Sawit Desa Ambawang Musnah Dilalap Api
Jum'at, 22 Februari 2013, 06:18:17 wita

Lahan Sawit Di Lokasi Eks Pabrik Gula Disengketakan
Jum'at, 15 Februari 2013, 07:53:41 wita

Lahan Sawit Jadi Sengketa, 90 petani Tagih Janji
Selasa, 05 Februari 2013, 11:47:50 wita