Budaya
Objek
Sabtu, 16 Juli 2016, 02:49:57 wita

Warga Keluhkan Jembatan yang Jebol

Share on Google+
Ketua RT Slamet saat berada di jembatan darurat yang digantung
Ketua RT Slamet saat berada di jembatan darurat yang digantung

PELAIHARI POST 電Warga kelurahan Pabahanan RT 1, RT 2, RT 7 dan RT 9 Kelurahan Pabahanan jika hendak ke sawah atau ke kebun harus melewati jembatan darurat. Jembatan yang ada di Sungai Tabanio yang menghubungkan Kelurahan Pabahanan dan Desa Kunyit ini jebol sudah sejak dua bulan yang lalu.

Jembatan darurat yang dibangun swadaya masyarakat tersebut dari bambu yang diikat menggantung dengan tali. Jembatan satunya terbuat dari kayu yang diikat dengan tali dan menggunakan drum sebagai penahan air. Dengan keadaan jembatan seperti itu tidak memungkinkan warga untuk membawa alat berat atau sebagai jalan untuk mengangkut pupuk maupun hasil-hasil pertanian.

Ketua RT 02 Slamet Kepada Pelaihari Post Kamis (04/02/2016) menuturkan sebelum jembatan jebol bisa dilewati hand traktor, tetapi sekrang harus memutar lewat Desa Kunyit sejah hampir 3 km. “Kami berharap jembatan ini dibangun permanen,” harap Slamet.

Sedangkan Lurah Pabanan Wisnu Kuncoro, S.STP saat berada di lokasi prihatin terhadap warga yang kesulitan saat ke ladang atau ke sawah. “Pihak kelurahan sudah melaporkan ke Pemkab dan saya berterima kasih Pemkab sudah merespon. Bupati menunjuk Tim Teknis dari Dinas PU untuk mengecek di lapangan serta keperluan petani sudah dianggarkan untuk pembangunan jembatan di tahun 2016. Akan dibikinkan jembatan gantung agar terhindar dari jenis sampah ,” tutur Lurah Pabahanan. Asb

Share on Google+
Tag
Objek
jembatan
jebol
warga
keluhkan