PELAIHARI POST

Editorial

Kebiri, Fobia Komunisme dan Lembaga Peradilan

Minggu, 17 Juli 2016, 01:49:51 wita
Kebiri, Fobia Komunisme dan Lembaga Peradilan

ilustrasi

PELAIHARI POST 電 Isu yang menyeruak di tengah-tengah kehidupan kebangsaan kita pada setengah tahun terakhir ini yang paling hangat antara lain kejahatan seksual, pro kontra paham komunisme dan tertangkapnya beberapa hakim Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Pemerintah sudah mengambil sikap terhadap maraknya perilaku kejahatan seksual dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang lebih dikenal dengan Perpu Kebiri. Yang pada intinya meningkatkan berbagai ancaraman hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual sampai hukuman kebiri kimia kepada Pelaku. Masih terbatas pada pendekatan kepada pelaku dan menempatkan ancaman hukuman sebagai instrumen terhadap para pelaku. Banyak perilaku kejahatan lain yang ancamannya hukuman mati seperti kasus narkoba tidak urung surut oleh ancaman kematian sekalipun. Itu sebenarnya bukan pada pokok ancaman, tetapi oleh banyak faktor lain.

Isu kebangkitan paham komunisme selalu hadir di tengah-tengah kita. Masyarakat pun terbelah menyikapinya. Seolah-olah selalu ada kebangkitan gerakan politik yang terstruktur dengan berpahamkan pada komunisme. Sebagian memang tidak bisa melepaskan diri dari praktek politik pada era Orde Lama yang dikemas sedemikian rupa merasuk pada sendi-sendi psikologis masyarakat pada era Orde Baru. Dan selalu ada kepentingan politik yang dapat dimanfaatkan sehingga isu ini selalu tampil setiap tahunnya. Komunisme yang ada di Indonesia adalah kontek sejarah dan tidak terlepas dari realitas sosial yang ada. Komunisme hanya terpanggil oleh panggilan realitas sosial yang karena memanggilnya.

Adanya beberapa hakim yang menangani korupsi justru yang ditangkap KPK memanglah menyedihkan karena bisa membuat krisis kepercayaan lembaga peradilan akut. Ini seolah membuktikan asumsi-asumsi terhadap praktek dunia peradilan yang terjadi selama ini. Bila kondisi ini terus berlarut dan tidak ada langkah besar terhadap kondisi yang ada, bisa saja menimbulkan krisis ketidakpercayaan yang masif. Gelombang ekspresi sosial yang masif bisa pula terjadi.

Berita terkait  
tag:kebiri,komunisme,peradilan