PELAIHARI POST

Editorial

Lebaran Versi 2

Minggu, 17 Juli 2016, 23:54:38 wita
Lebaran Versi 2

ilustrasi

PELAIHARI POST 電 Lebaran selalu menjadi peristiwa yang unik dalam setiap waktu. Tidak saja terkait ritualitas keagaamaan semata tetapi sudah menjadi bagian kehidupan sosial. Bahkan berlebaran menjadi hal yang spesifik bagi negara-negara tertentu seperti Indonesia.

Mudik merupakan salah fenomena yang disebabkan oleh peristiwa lebaran. Dalam konteks kenegaraan fenomena mudik ini memiliki dimensi luas. bergeraknya orang dalam waktu yang relatif bersamaan tentu saja membawa konsekuensi sosial. Tidak saja hal-hal yang menyangkut interaksi sosial dalam perjalanan, tetapi juga di tempat mudik maupun di tempat yang ditinggalkannya. Di Jakarta misalnya banyak rumah tangga yang merasa "cotho" ketika di tinggalkan mudik. Pusat pelayanan, perbelanjaan, rumah makan tidak bisa berjalan "normal" sebagaimana hari-hari sebelumnya.

Penanganan perjalanan para pemudik terkait dengan pelayanan transportasi menjadi penting bagi para pemudik. Peran pemerintah sangat penting karena terkait kebijakan di bidang perhubungan baik menyangkut tarif, pengaturan jalur lalu lintas maupun terkait infrastruktur perhubungan seperti jalan, pelabuhan maupun fasilitas jalur penghubung transportasi lainnya.Meskipun sarana transportasi lebih banyak dilayani bukan oleh Pemerintah tetapi kebijakan maupun penanganan pemerintah terkait transportasi ini selalu menjadi penilaian publik mengenai kemampuan pemerintah.

Dampak ekonomi dari fenomena mudik dapat mudah dibaca baik perbelanjaan sebelum mudik, di tengah perjalanan maupun di kampung halaman. Geliat ekonomi di tempat mudik tidak saja terkait konsumsi dalam rumah tangga. Para pemudik tidak hanya terlibat dalam ritual keagamaan tetapi aktifitas yang pendukung lainnya seperti reuni, rekreasi dan seringkali juga terlibat dalam sponsorsif pada even ataupun pembangunan di wilayah tempatnya mudik.

Problem sosial yang sering dimunculkan adalah pemudik balik yang jumlahnya lebih besar dari saat mudik. Para pemudik ternyata menjadi pemikat untuk ikut serta mudik balik. Tetapi problem itu biasanya pada saat awal kedatangan. Problem itu sebenarnya tidak hanya problem pemerintah di "kota" tersebut, tetapi problem juga bagi yang bersangkutan.

Soal mudik dan lebaran yang terkait dengan pemerintahan yang hampir selalu muncul di setiap tahunnya misalnya soal penggunaan mobil dinas untuk mudik, soal THR, soal pelayanan publik mendekat lebaran atau sesudahnya (kantor itu mungkin sudah buka dan Pegawainya juga ada, tetapi kantor masih "bersuasana" lebaran juga). Jamuan berlebaran ala kantor pun kerap digelar di sana sini. Sepertinya lebaran berlanjut atau sebut saja lebaran versi dua.

Berita terkait  
tag:lebaran,kantor,pns