PELAIHARI POST

Peristiwa

Slamet Meminta Untuk Dilakukan Penelitian Apakah Kematian Cucunya Karena Kopi

Selasa, 06 September 2016, 00:17:23 wita
Slamet Meminta Untuk Dilakukan Penelitian Apakah Kematian Cucunya Karena Kopi

Slamet Bersama istrinya (Mardiana). Slamet menunjukan foto cucunya Makdalena

PELAIHARI POST 電 Slamet warga Desa Pandang Jalan Setiabudi RT 07 RW 02 Kecamatan Bati-Bati meminta untuk dilakukan penelitian apakan kematian cucunya disebabkan karena meminum kopi. Hal ini diungkapkan Slamet ketika ditemui Pelaihari Post di rumahnya, Senin (05/09/2016), atas meninggalnya cucunya Makdalena yang baru berusia sekitar 1,5 tahun itu yang sebelumnya meminum kopi. Slamet pun sudah menyerahkan tempat kopi dan bungkus kopi kepada aparat kepolsian. Petugas pada Polsek Bati-Bati saat ditemui Pelaihari Post Senin (05/09/2016) menyatakan sudah menangani kasus ini dan menunggu hasil penelitian laboratorium.

Saat Pelaihari Post mengunjungi rumah Slamet (45) Senin (05/09/2016), ia bersama istrinya Murdiana (40) masih terlihat lemas dan sedih. Para tetangga dan keluarga berdatangan turut berbela sungkawa atas kematian cucunya. Kasur pun digelar di ruang tengah. Diatas kasur terdapat baju Makdalena, cucunya yang sudah meninggal. "Ini baju cucu saya, Makdalena. Umurnya baru 1,5 tahun," tutur Istri Slamet Murdiana.

Slamet pun menuturkan kejadian cucunya yang meninggal itu. Pada hari itu Kamis (01/09/2016) ia membeli kopi hitam sachet sebanyak 5 bungkus, satu bungkus seharga Rp. 500,- Kemudian kopi tersebut dimasukan ke dalam toples yang biasanya sebagai tempat kopi. "Saya memang suka kopi, kalau tidak meminum kopi badan terasa lemas," ujarnya.

Ketika hari Jum'at (02/09/2016), tutur Slamet, karena tidak ada makanan ia meminum air putih dan membikin kopi yang ia tuangkan digelas yang sudah bersih. Ketika kopi diaduk, tercium oleh Slamet dan Istrinya bahwa kopi itu beraroma apek. Istrinya pun meminta untuk membuangnya, tetapi karena Slamet merasa sayang kalau dibuang, ia meminumnya. Tetapi sekitar 15 menit setelah itu, Slamet merasa mual. "Perut saya terasa mual dan seperti ditusuk-tusuk, rasa sakit hingga ke leher. Kepala juga pusing. Saya berkali-kali keluar masuk kamar mandi. Buang air besar," ujarnya.

Istri Slamet, Murdiana juga mengalami hal serupa. Meski awalnya ia mengira apa yang terjadi pada suaminya hanya sekedar masuk angin. "Selang dua jam, atau sekitar pukul 11.00 wita, saya juga bikin kopi, tetapi dengan gelas yang berbeda.Setelah saya meminum kopi, kepala tersa pusing dan setelah itu saya tidak sadarkan diri," ujar Murdiana.

Pada saat keduanya pingsan itulah, datang keluarganya, Bastiah. Bastiah pun kaget melihat keadaan yang ada di rumah Slamet tersebut. Bastiah pun menuturkan kepada Pelaihari Post bahwa saat itu ia menemui Slamet dan Istrinya pingsan di ruang dapur. Sedangkan cucunya terlihat lemas dan mengorok. "Saya langsung membawa ke Puskesmas Bati-Bati dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu suasana lagi sepi, bersamaan sholat jum'at," tutur Bastiah.

Menurut istri Slamet, Murdiana, diperkirakan cucunya, Makdalena ikut meminum kopi pada saat keduanya pingsan. "Magdalena sudah pinter, bisa mengambil makanan dan minuman sendiri. Jika ada makanan di taruh di tempat yang mudah dijangkau. Jadi Makdalena bukan diberi minum kopi, melainkan ia mberangkang dan meminum kopi sendiri saat kami pingsan," ujar Murdiana.

Setelah dibawa ke Puskesmas Bati-Bati, menurut Bastiah, Pihak Puskesmas merujuk ke RSUD Hadji Boejasin. "Saat di tengah perjalana, Makdalena menghembuskan nafas terakhirnya karena lemas dan pucat badannya. Sedangkan, Slamet dan Istrinya, Murdiana di Rawat di RSUD Hadji Boejasin sampai hari Minggu Sore," Kata Bastiah.

Saat kejadian, menurut Bastiah, hanya ada bertiga. "Slamet, Murdiana (istri Slamet) dan Makdalena. Sedangkan Bahrun (Ayah Makdalena) dan Halimah (Ibu Makdalena) saat itu sedang bekerja," tutur Bastiah. Asb.

Berita terkait  
tag:kopi,slamet,padang,bati-bati

Kebakaran di Desa Bentok Kampung, Satu Rumah Habis Terbakar
Kamis, 07 September 2017, 19:22:59 wita

Calon Perangkat Desa Kait-Kait Baru, Lengkapi Pesyaratan
Jum'at, 17 Februari 2017, 23:53:51 wita

Angin Puting Beliung Menerjang, Lima Rumah Menjadi Korban
Selasa, 20 Desember 2016, 20:53:50 wita