PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Hampir Sepuluh Tahun Menderita Kelumpuhan, Sri Biatni Suarni Kini Tinggal di Lokasi Kebun Karet

Kamis, 29 September 2016, 23:44:41 wita
Hampir Sepuluh Tahun Menderita Kelumpuhan, Sri Biatni Suarni Kini Tinggal di Lokasi Kebun Karet

Pengurus JPKP saat menyerahkan bantuan

PELAIHARI POST 電 Sri Biatni Suarni (45) warga Desa Telaga RT 4 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut sudah sekitar sepuluh tahun mengalami penyakit kelumpuhan. Ia bersama suaminya, Tamrin (51) dan 3 anak lelakinya yaitu Yasin( 6) dan Untung (8) serta anak nya yang masih kecil tinggal digubuk dengan lampu listrik alakadarnya serta gubuk kayu sederhana di lokasi kebun Karet di wilayah Desa Telaga.

Suaminya, Tamrin ketika ditemui Pelaihari Post di rumahnya, Kamis (29/09/2016) mengatakan belum pernah membawa istrinya periksa di rumah sakit. "Dulu waktu diperiksa saat awal merasa sakit, kata di puskesmas sakitnya asam urat nah dari situ sekali saja istri saya diperiksakan. Dikarenakan buat berobat juga uang dari mana jangankan buat berobat buat anak anak saya sekolah saja saya tidak ada. Saat ini Yasin dan Untung keduanya memang tidak sekolah, yang mana kedua anak ini dalam setiap harinya selalu mengurusi ibunya yang sakit dan adiknya yang masih kecil," kata Tamrin.

Tamrin berharap kepada Pemerintah Daerah bisa membantu pendidikan anak-anaknya dan kesehatan istriny."Saya kemana dan caranya bagaimana. Saya itu bingung kepada siapa saya harus mengadukan masalah keluarga begini," keluhnya.

Keluarga Tamrin tinggal di lokasi kebun karet karena disuruh oleh pemilik kebun. Ia datang ke Tanah laut sejak tahun 2008 yang pada awalnya bekerja di pembangunan jembatan matah."Keseharianya saya bekerja serabutan menjadi tukang bangunan untuk penghasilan sehari hari. Kadang kadang ada kadang tidak ada. Ya kadang kalau ada kerjaan ya ada buat bawa pulang kerumah uangnya dan jika saya ada di rumah saya yang memasak dan mengurusi istri saya Sri Biatni Suarni, namun jika saya tidak ada di runah pada saat saya kerja kedua anak saya lah yang mengus ibunya yaitu Yasin dan Untung," kata Tamrin.

Sementara Ketua LSM JPKP Tanah Laut Muhammad Nor Aplan mengatakan hanya bisa membantu ala kadarnya. "Kita membantu dengan sembako berupa beras, mi rebus, telor dan uang santunanya, kita pun mendapatkan sumbangan dari donatur dan kita berikan kepada keluarga tidak mampu ini, " ucap Muhammad Nor. Asb.

Berita terkait  
tag:Sri Biatni Suarni, telaga,lumpuh