Teknologi
Sampah
Senin, 03 Oktober 2016, 22:51:44 wita

Orpala Tupan Meratus Ciptakan Alat Pencacah Sampah Organik

Share on Google+
Alat pencacah sampah organik ciptaan Orpan Tupan Meratus saat dipraktekan, Senin (03/10/2016)
Alat pencacah sampah organik ciptaan Orpan Tupan Meratus saat dipraktekan, Senin (03/10/2016)

PELAIHARI POST 電Organisasi Pencinta Alam Tuntung Pandang Meratus (Orpala Tupan Meratus) menciptakan alat pencacah sampah organik. Alat ini terbuat dari kerangka plat besi diberi mesin motor penggerak Dinamo , Mata Katam, satu set rumah pisau , baut ukuran 10 sebanyak enam buah dan drat baut ukuran 27. Berbagai bahan itu dilakukan pengelasan dan dimodifikasi menjadi alat mesin pencacah sampah organik. Untuk memperindah dilakukan pengecatan.

Ketua Orpala Tupai Meratus, Dwi Liana Sukmawati saat memperagakan alat di rumah salah seorang warga kepada Pelaihari Post , Senin (03/10/2016), mesin yang diciptakan ini bertujuan untuk menggiling sampah sampah seperti sumber sampah domestik utama yang berasal seperti sampah rumah tangga dan sebagian sampah dari sisa pekerjaan dapur berupa sisa sayuran seperti sayuran kangkung, timun , kol, dan lainya yang bisa diman faatkan sampah dari dapur untuk di jadikan Kompos Pupuk Organik. "Alat ini merupakan alat pencacah sampah skala rumah tangga dan kami buat dengan pengalaman kami kepada ibu-ibu rumah tangga, banyak sampah yang dapat diolah namun terbuang dengan percuma, sampah-sampah organik itu yang selama dibuang oleh ibu-ibu rumah tangga ternyata sangat lah bermanfaat untuk di buat Kompsoting dan dapat bermanfaat untuk tanaman tanaman dirumah.

Di tempat yang sama, salah seorang anggota Nurul Huda menjelaskan bahwa alat Pencacah Sampah Organik tersebut pernah diikut lombakan pada kreasi dan inovasi teknologi tepat guna tingkat Kabupaten dan mendapatkan juara kedua .Sedangkan untuk biaya pembuatan Alat pencacah Sampah Organik, menurut Nurul Huda, dalam satu unit alat tersebut bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 617 ribu. "Alat Pencacah Sampah Organik ini sangatlah bermanfaat, terutama ibu-ibu yang di dapur dan alat ini sangat aman dalam menggunakanya serta lebih efesien dan aman setelah sampah ini dicacah nantinya bisa dijadikan Pupuk Organik. Dengan cara pertama hasil cacahan diaduk dengan sekam lalu diberikan campuran pupuk kandang ayam atau kotoran sapi dan diberi bakteri pengurai lalu diaduk. Setelah itu, dimasukan ke proses komposting di dalam tempat yang tertutup selama kurang lebih 20 hari pupuk sudah siap baik dipakai untuk tanaman d irumah atau juga di-packing menggunakan plastik," kata Nurul Huda

Ditempat yang sama Ibu Sapanah setelah melihat dan melakukan peraktek alat pencacahan sampah organik yang diperaktekan di tempatnya mengatakan nantinya bisa terbantu. "Sampah sampah di dapur hanya dibuang begitu saja namun lain halnya nantinya dengan adanya alat ini, nanti bisa buat pupuk tanaman di rumah bisa buat tanaman lombok dan lainya ini sangat membantu dengan adanya alat ini," ucapnya. Asb

Share on Google+
Tag
Sampah
sampah
meratus
pencinta alam
Tumpukan
Sabtu, 10 November 2018, 13:00:33
Tumpukan Sampah di Pasar Kintap Dikeluhkan