PELAIHARI POST

Parlementaria

Pembangunan RSUD Hadji Boejasin Menjadi Prioritas APBD Perubahan Tahun 2016

Rabu, 05 Oktober 2016, 23:12:36 wita
Pembangunan RSUD Hadji Boejasin Menjadi Prioritas APBD Perubahan Tahun 2016

Penandatanganan Persetujuan Bersama Terhadap Perda Tentang Perubahan APBD Kabupaten Tanah Laut Anggaran Tahun 2016.

PELAIHARI POST 電 Pembanguan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin menjadi prioritas dalam penganggaran pada APBD Perubahan Tahun 2016. Hal ini mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Tanah Laut Pengambilan Persetujuan Bersama Terhadap Perda Tentang Perubahan APBD Kabupaten Tanah Laut Anggaran Tahun 2016. Rapat ini dilaksanakan tadi sore di gedung DPRD Tanah Laut, Rabu (05/10/2016) sekitar pukul 14,30 wita hingga selesai dan hadiri Bupati Tanah Laut H Bambang Alamsyah ST, Ketua Dewan Ahmad Yani dan anggota fraksi serta SKPD Lingkup Pemerintahan Kabupaten Tanah Laut.

Dalam sambutanya Bupati Tanah Laut H Bambang Alamsyah menyampaikan tentang pembangunan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. "Apabila telah berdiri akan menjdi RSUD Tipe B .Dan berharap perubahan penyusaian proses pembangunan Rumah Sakit sebagai salah satu Upaya untuk memperbaiki kinerja pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan di bidang kesehatan meningkatkan kuwalitas dan angka hidup masyarakat Kabupaten Tanah Laut," kata Bupati

Ketua DPRD Tanah Laut Ahmad Yani mengatakan ke Pelaihari Post usai rapat soal anggaran tahun 2016. "Semula sudah dianggarkan pada tahun 2016 dengan anggaran 125 Miliyar lebih, tapi ground backing nya pada tanggal 10 oktober dan tidak mungkin 10%,itu makanya dalam beberapa hari ini kami meminta kepada pihak Rumah Sakit berapa Price nya yang dapat dilaksanakan di tahun 2016 ini dan baru ada sekitar 30% nan, sekitar 45 miliyar otomatis dari ground backing itu dari mulai pembangunan Pondasi dan sebagainya dan pekerjaan ini sudah ke Fisik," ucapnya

Oleh karena itu, sambung Yani, sisanya itu yang harus dimasukan lagi ke APBD murni tahun 2017 makanya sebelum paripurna dilaksanakan paripurna Adindum perjanjian, dan kita tidak merubah anggaran dan perjanjian tidak berubah hanya serapanya dipastikan tidak mungkin 10% jadi serapan yang 30 % tadi otomatis akan menjadi SILPA nah SILPA itu yang akan dimasukan di tahun 2017. "Untuk pembangunan Rumah Sakit dari hasil pemenang lelang yaitu sekitar Rp 2.57 miliyar itu pembangunanya sampai selesai sedangkan waktu di anggarkan kan sampai Rp 3,90 miliyar begitu ada penawaran menjadi Rp 2.57 miliyar artinya ini yang di kerjakan oleh pemenang proyek sampai tahun 2018 sudah harus tuntas selesai," pungkasnya. Asb.

Berita terkait  
tag:APBD P,Rsud hadji boejasin