PELAIHARI POST

Laporan Utama

Merasa Tanahnya Seluas 16 ha di Kecamatan Bati-Bati Diserobot Perusahaan Sawit, Warga Banjarmasin ini Lapor Ke Polres Tanah Laut

Sabtu, 08 Oktober 2016, 00:35:39 wita
Merasa Tanahnya Seluas 16 ha di Kecamatan Bati-Bati Diserobot Perusahaan Sawit, Warga Banjarmasin ini Lapor Ke Polres Tanah Laut

Arkodius Alias Akian menunjukan Surat Keterangan Tanah yang dimiliknya, Jum'at (07/10/2016)

PELAIHARI POST 電 Arkodius Alias Akian, merupakan warga. Banjarmasin RT 33 No 62 mengaku tanah miliknya seluas 16 hektar diserobot oleh PT Pugung Raya sekitar tahun 2012. Tanah yang diklaim miliknya itu berada di yang berlokasi di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati. Didampingi LSM Aliansi Indonesia ia melaporkan kasus ini ke Polres Tanah Laut.

Saat panggilan kedua sebagai pelapor, Jum'at (07/10/2016), dengan didampingi LSM Aliansi Indonesia ia menunjukan Surat Keterangan Tanah (SKT). Ada enam SKT yang dibuat tahun 1994 dan dua SKT yang dibuat tahun 1998. Ia juga membawa Surat bukti Kwitansi pembelian Tanah pada tahun 1994 serta bukti pembayaran PBB.

Akian naman akrabnya, kepada Pelaihari Post mengungkapkan usaha untuk mencari kejelasan tanahnya sudah ditempuh dengan berbagai cara namun tidak membuahkan hasil. "Awal mulanya saat beli Tanah itu pada tahun 1994 dan tahun 1998 dari pembekal Subandi (almarhum). Setelah beli Tanah tersebut lalu saya garap dan ditanami pohon singkong untuk dijadikan tepung namun gagal, karena pada saat itu hasilnya kurang baik," Kata Akian

Setelah beberapa tahun kemudian, menurut Akian, yakni tahun 2012 Perusahaan Sawit menggarap tanah miliknya. "Tahu tahu tanah milik saya sudah digarap. Terus saya lacak ke Desa Nusa Indah dan Kecamatan Bati-Bati. Baru tahu kalau yang menggarap lahan saya yaitu dari PT Pugung Raya pada tahun 2012 an itu," katanya.

Akian pun mengakui selama ini tidak pernah menjual tanah itu. "Proses terus berlanjut saya terus mencari kejelasan bahkan sempat mendatangi hingga tanahnya kembali diukur ulang untuk memastikan dan saya meminta pertanggung jawaban sama pihak Desa Nusa Indah. Akhirnya dibuatkan somasi dari Desa Nusa Indah . Kalau pihak PT Pugung Raya masih Tetap bisikeras menurut pihaknya bahwa tanah itu dapat dibeli dari warga Desa Nusa Indah yaitu Aliansyah. PT Pugung Raya kelihatanya lempar tangan membenturkan saya ke Aliansyah suruh mengurus ke Aliansyah, namun saat itu saya tanya sama Pihak perusahaan PT Pugung Raya kalau memang benar beli dari Aliansyah mana bukti buki surat Tanahnya namun pihak perusahaan tidak bisa menunjukan bukti surat Tanah itu dengan alasan Surat Tanah tersebut katanya ada di Medan. Sampai enam bulan saya tunggu tidak ada bukti suratnya dan akhirnya saya laporkan ke Polres Tanah Laut dan ini sudah dua kali panggilan ke polres Tanah Laut. Waktu proses pertama di BAP saya berikan data data foto copyanya , segel juga direkam dan yang kedua ini untuk kelengkapan saksi-saksi," kata Akian.

Kepala Desa Nusa Indah Parman saat dikonfirmasi melalui Telephone mengatakan,pihaknya tidak mengetahui soal tanah tersebut.”Silahkan saja laporkan ke pihak kepolisan,” tukasnya. Sementara dari pihak pekerja Anto dari PT Pugung Raya saat dikonfirmasi Pelaihari Post melalui telephone seluler tidak ada jawaban bahkan SMS pun sampai berita ini ditulis, tidak dibalasnya. Asb.

Berita terkait  
tag:sawit,lahan,serobot,akian

Seratus Pohon Sawit Siap Ditanam di Jalan yang Berlubang
Senin, 08 Januari 2018, 00:55:28 wita

Suwito dkk Bebas, Ada Kemungkinan Penyidikan Ulang
Rabu, 20 Desember 2017, 10:18:09 wita

Perempuan ini pun Ikut Serta Datangi Polres Tanah Laut
Senin, 07 Agustus 2017, 17:13:13 wita