PELAIHARI POST

Usaha Ekonomi

Penjual kerupuk ini, Sudah Sepuluh Kali Ganti Sepeda Gerobak Karena Ditabrak Kendaraan

Rabu, 26 Oktober 2016, 01:56:48 wita
Penjual kerupuk ini,  Sudah Sepuluh Kali Ganti Sepeda Gerobak Karena Ditabrak Kendaraan

Normansyah (85) saat berjualan dengan sepeda gerobak, sebelum jadi korban tabrak lari

PELAIHARI POST 電 Normansyah (85) warga Kelurahan Sarang Halang Gang Melati RT 05 RW 3 Kecamatan Pelaihari Normansyah, sebelumnya sehari-hari menjalani pekerjaan sebagai penjual krupuk. Ia menjajakan jualannya dengan cara berkeliling menggunakan gerobak yang dimodifikasi dengan sepeda atau sering disebut sepeda gerobak. Ia sudah berganti sepuluh kali sepeda gerobak akibat ditabrak kendaraan saat menjajakan jualannya. Baru-baru ini, Malam Sabtu (15/10/2016) ia menjadi korban tabrak lari. Selain sepeda gerobaknya rusak, ia harus menjalani perawatan.

Ketika ditemui Pelaihari Post di Rumahnya, Selasa (25/10/2016), Normansyah didampingi Istrinya, Jarkiah (50) dan Kedua anaknya yaitu Tuty Maryana (26) dan Rizi (11). Tuty Maryana, anaknya, menceritakan terjadinya tabrak lari yang menimpanya. "Saat itu bapak menyeberang sesudah membeli mi. Posisi waktu itu, ada di pinggir jalan. Tertabrak oleh sepeda motor. Kami yang dirumah dikabari oleh warga yang menolong. Bapak dibawa ke rumah dengan tidak sadarkan diri, setelah itu sama keluarga dibawa ke rumah sakit. Kata dokter, bapak patah tulang iga. Ada dua tulang yang patah, sedangkan kakinya hanya dijahit saja," tutur Tuty.

Pada saat pengobatan di RSUD Hadji Boejasin, menurut Tuty, yang pertamanya membayar biaya pengobatan. "Setelah kedua sampai ketiga, berobat gratis," ucap Tuty.

Menurut Tuty, bapaknya sering ditabrak orang. "Ada sepuluh kali ganti sepeda gerobak dan Ini yang paling parah hingga patah tulang iganya. Bapak agak kurang pendengaranya," ucapnya.

Istrinya, Jarkiah (50) menyampaikan kepada Pelaihari Post , pekerjaan suaminya sehari-harinya berjualan keliling. "Kalau dulu jualanya ikan, terus buah-buahan namun sekarang ganti jualan krupuk dan jagung rebus, berkeliling menggunakan sepeda dan di belakangnya ada gerobaknya . "Suami saya biasanya beli di pasar kerupuk mentahnya lalu digoreng di rumah dan sama jagung juga beli mentah di pasar direbusnya di rumah setelah itu baru keliling ke kantor kantor atau ke perumahan yang ada dipelaihari," kata Jarkiah

Jarkiah berharap kepada pihak mana saja yang ingin memberikan bantuan kepada keluarganya baik kecil maupun besar ia akan terima. "Suami saya kan tulang punggung di sini tidak ada yang membiayai sekolah anak saya ini Rizi bulanan sekolahnya bayar Rp 50 ribu di TPA soalnya kami di sini tidak mampu saat itu sekolah di SDN makanya di sekolahkan di TPA," katanya. Asb.

Berita terkait  
tag:tabrak,kerupuk,sepeda gerobak