PELAIHARI POST

Laporan Utama

Alat Berat Tambang Seharga Satu Milyar Lebih Disita, Polres Tanah Laut Dipraperadilankan

Rabu, 16 November 2016, 13:09:25 wita
Alat Berat Tambang Seharga Satu Milyar Lebih Disita, Polres Tanah Laut Dipraperadilankan

Kuasa Hukum Pemohon H Abdullah ,SH ketika ditemui Pelaihari Post di Pengadilan Negeri Pelaihari, Rabu (16/11/2016)

PELAIHARI POST 電 Melalui Kuasa Hukum H Abdullah, SH dan Andi Nordin, SH, Pemilik Alat Berat Tambang, mengajukan Praperadilan di Pengadilan Negeri Pelaihari atas prosedur penyitaan Alat Berat yang dimilikinya. Aparat Polres Tanah Laut melakukan penyitaan terhadap Alat berat yang diperkirakan nilainya sekitar satu milyar lebih itu pada tanggal 15 juni 2016.

Kuasa Hukum Pemohon H Abdullah ,SH ketika ditemui Pelaihari Post , Rabu (16/11/2016), mengemukakan yang ditanganinya perkara nomor tiga atas nama Safrudin Pemilik Alat Berat. "Alat Berat milik Safrudin disita oleh Polres Tanah Laut pada tanggal 15 juni 2016 karena disita sedangkan yang menyuruh itu adalah atas nama Kris Siswanto yang menjadi tersangka sudah ditangguhkan akhirnya tidak ada hadir lagi dan tergantung kami punya alat. Dan kami anggap melalaikan sumpah penyidikan lalu kami praperadilkan dan alasan kami ini tidak sah karena tidak ada tanda terima kami anggap saat itu tidak ada Ketua Pengadilan makanya mulai hari Senin kemarin sudah disidangkan dan hari ini tahapan pembuktian apakah Kris Siswanto ini sudah ditahan oleh Polres Tanah Laut atau sudah di limpahkan ke kejaksaan dan barang buktinya sudah di tahan polres apakah kejaksaan dan kalau sudah di tahan oleh kejaksaan kan praperadilan kami gugur kalau gugur kami cabut kembali," paparnya

Kuasa Hukum, menurut H. Abdullah, SH, bukan bertidak atas tersangka tapi pemilik barang. "Dalam hal ini kami berupaya karena harganya 1 miliyar lebih dan nanti kita lihat pembuktianya seperti apa hari ini dan kalau tersangka ini kan pelanggaran ilegal mining dan masuk dalam dua pelanggaran dianggapnya mereka tidak mempunyai ijin pembebasan hutan dan menambang itu tidak punya ijin yang legal.Kalau sebenarnya kan menangkap itu boleh saja mendadak tanpa surat perintah tapi selanjutnya kan harus ada surat tanda terima kan saat itu Kris Siswantonya tidak ada di tempat," tuturnya. Asb.

Berita terkait  
tag:praperadilan,alat berat tambang,polres tanah laut

Polres Tanah Laut Tertibkan Penambangan Emas Ilegal
Kamis, 12 Januari 2017, 23:57:41 wita

Polres Tanah Laut Laksanakan Sertijab Terhadap Enam Perwira
Jum'at, 16 Desember 2016, 00:09:51 wita