PELAIHARI POST

Peristiwa

Praperadilan Terkait Penyitaan Alat Berat Tambang Oleh Polres Tanah Laut Dihentikan

Kamis, 17 November 2016, 22:14:05 wita
Praperadilan Terkait Penyitaan Alat Berat Tambang Oleh Polres Tanah Laut Dihentikan

Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Ade Papa Rihi,SH,S.IK.MH,usai mengikuti Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis (17/11/2016)

PELAIHARI POST 電 Proses persidangan Praperadilan terkait Penyitaan Alat Berat Tambang oleh Aparat Polres Tanah Laut dihentikan di Pengadilan Negeri Pelaihari. Persidangan baru memasuki hari keempat dari tujuh hari yang dijadwalkan. Sesuai rencana sebelumnya hari ini, Kamis (17/11/2016) akan mendengarkan keterangan saksi ahli ahli dari Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Provinsi Kalimantan Selatan. Namun sebelum saksi dari BPKH untuk memberikan keterangan Pihak Pemohon melakukan pencabutan Permohonan Praperadilan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Safrudin Pemilik Alat Berat Tambang, mengajukan Praperadilan atas prosedur penyitaan Alat Berat yang dimilikinya. Aparat Polres Tanah Laut melakukan penyitaan terhadap Alat berat yang diperkirakan nilainya sekitar satu milyar lebih itu pada tanggal 15 juni 2016. Pengajuan permohonan Praperadilan dilakukan melalui Kuasa Hukumnya H Abdullah, SH dan Andi Nordin, SH di Pengadilan Negeri Pelaihari.

Kuasa Hukum Pemilik Alat Berat H Abdullah, SH ketika ditemui Pelaihari Post di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis (17/11/2016), mengaku telah mencabut berkas Praperadilan. "Hasil hari ini hasilnya selesai artinya tidak ada upaya baik pemohon sehingga saya akan berurusan kepada kepada Kejaksaan dan Pengadilan nantinya dan memang tersangkanya sudah ada di tahanan.

Dan ini sudah kita cabut berkas praperadilanya jadi tidak bisa lagi Hakim memeriksa karena Praperadilan itu tergantung dari Pemohon dan boleh dicabut, " kata H Abdullah .SH

Sementara di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Ade Papa Rihi,SH,S.IK.MH, Kamis (17/11/2016), mengatakan mengikuti proses Praperadilan. "Harusnya hari ini dijadwalkan proses pembuktian yaitu keterangan saksi-saksi tapi dalam perjalananya kuasa hukum dari pemohon kemudian mencabut permohonanya. Dengan demikian sesuai ketentuan Hakim kemudian menghentikan proses Praperadilan dan keputusanya sudah jelas bahwa Hakim menghentikan proses ini dengan mencoret dari daftar registernya. Kita sangat menghargai upaya dari kuasa hukum Pemohon dan kami mengikuti, " kata Kasat Reskrim. Asb.

Berita terkait  
tag:praperadilan,alat berat tambang,polres tanah laut

Polres Tanah Laut Tertibkan Penambangan Emas Ilegal
Kamis, 12 Januari 2017, 23:57:41 wita

Polres Tanah Laut Laksanakan Sertijab Terhadap Enam Perwira
Jum'at, 16 Desember 2016, 00:09:51 wita