PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Ade Papa Rihi,SH.S.IK,M.H, Kasus Penipuan Lewat Facebook Pun Berhasil Diungkap

Jum'at, 18 November 2016, 02:06:28 wita
Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Ade Papa Rihi,SH.S.IK,M.H, Kasus Penipuan Lewat Facebook Pun Berhasil Diungkap

AKP Ade Papa Rihi,SH.S.IK,M.H. ☑ Menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Tanah Laut sejak 5 April 2015

PELAIHARI POST 電 AKP Ade Papa Rihi,SH.S.IK,M.H sejak 5 April 2015 bertugas di Kepolisian Resort (Polres) Tanah Laut menjabat sebagai Kasat Reskrim. Sebelumnya ia menduduki jabatan yang sama di Polres Tanah Bumbu. Sebagai Kasat Reskrim ia dipercayakan pimpinan mengemban fungsi dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terbagi dalam 5 unit satuan. Unit satu, menangani Reserse umum terkait dengan perkara-perkara tindak pidana yang diatur di dalam KUHP bersifat Konvensional. Unit dua, unit Tipiter yang menangani segala sesuatu tindak pidana berada di luar Undang-Undang KUHP mempunyai Undang undang khusus seperti Undang - Undang Mineranal Batu Bara, gas bumi yang sifatnya kejahatan internasional. Unit tiga, Tipikor unit khusus untuk menangani tindak pidana Korupsi. Unit empat, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang menangani tindak pidana korban dan pelakunya perempuan dan anak. Sedangkan Unit lima, unit di lapangan Jatanras, tim pemukul di lapangan untuk melakukan penangkapan dan upaya - upaya penyelidikan para pelaku tindak pidana.

Ketika berbincang-bincang dengan Pelaihari Post di ruang kerjanya, Jum'at (18/11/2016), ia mengunkapkan selama menjabat Kasat Reskrim Polres Tanah Laut sudah cukup banyak kasus besar atau pun kasus yang menjadi tanggung jawabnya maupun dari laporan masyarakat yang sudah diungkap. Terungkapnya kasus Curanmor ada 15 kasus dengan jumlah kendaraan sepeda motor sebanyak 40 unit. Dengan kondisi kendaraan yang ditemukan masih bagus ada juga yang sudah dipotong-potong. "Kalau kondisinya masih bagus setelah proses persidangan akan di kembalikan kepemiliknya jika sangat dibutuhkan biasanya diberikan dengan cara pinjam pakai kepada pemiliknya dengan persyaratan apabila dibutuhkan dalam proses persidangan pemilik harus sedia menghadirkan kendaraan dan tidak merubah warna dan tidak menghilangkan kendaraan tersebut," tuturnya.

Selain itu, ungkapnya, kasus pencurian dan pemberatan (curat) seperti rumah-rumah kosong, bongkar toko Handphone, untuk pelakunya sudah ditangkap meski berada dalam lintas kabupaten dan provinsi antara lain di Kaltim dan Kalbar ada sekitar 71 kasus yang bisa diungkap.

Selain curat dan curanmor Kasat Reskrim AKP Ade Papa Rihi ,SH,S.IK.MH berhasil mengungkap Pencurian dan Kekerasan seperti jambret, perampasan kendaraan. Ada beberapa kali dan pelakunya ditangkap dan diadili.Kasus yang pernah menjadi atensi masyarakat pun berhasil diungkapnya seperti kasus pembunuhan. Sebanyak 7 kasus pembunuhan yang berhasil di ungkap dalam waktu singkat. Selang dari tiga jam pelaku berhasil ditangkap. "Seperti kasus pembunuhan yang ada di Desa Kait-Kait Kecamatan Bati- Bati berhasil diamankan dengan waktu tiga jam di Rumah sakit Ratu Zalecha Martapura sampai mengungkap pembunuhan di PT SUN Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari serta pembunuhan di Desa Jilatan Alur Jembatan Tiung Kecamatan Batu Ampar dan beberapa kasus pembunuhan lainya yang berhasil di ungkap," tutur AKP Ade Papa Rihi,S.IK.MH

Untuk kasus besar yang merupakan jaringan nasional salah satu kasus pencurian brangkas di enam TKP wilayah Kabupaten Tanah Laut yang rata rata pemiliknya perusahaan perkebunan dengan rata rata kerugian di atas Rp 300 juta. "Para pelaku dari kelompok Mataram untuk melakukan penangkapan dibantu jajaran Resmob Polda Kalsel dibawah pimpinan AKP Arif Prasetya berhasil menangkap pelakunya di Mataram dengan lima tersangka," ungkapnya.

Ada juga kasus penipuan melalui medsos Facebook yang korbannya seorang wanita yang tertipu oleh pria yang menggunakan foto profil pemuda tampan, bisa diungkap oleh jajaran Reskrim Polres Tanah Laut. Korban menjadi korban penipan dengan mengirimkan uang Rp 300 juta lebih. Empat pelaku berhasil di tangkap di wilayah Provinsi Jawa Barat yang ketiga pelaku melakukan aksi penipuan di dalam lapas dan satu orang berperan sebagai pengambil uang .

Begitu pula soal peredaran uang palsu. Kasus ini merupakan kasus nasional yang mendapatkan penghargaan bagi jajaran Reskrim Polres Tanah Laut penghargaan dari Kapolda Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia (BI) yaitu pengungkapan uang palsu dengan nulai uang tunai Rp 800 juta yang belum tercetak hampir Rp 2 Miliyar. Selain pengedar, pelaku pembuat uang palsu pun berhasil ditangkap. Penangkapan ada di beberapa tempat selain Tanah Laut sendiri, Banjarbaru , Surabaya , Bangkalan dan Surakarta (Jawa Tengah dengan tujuh (7) tersangka. Asb.

Berita terkait  
tag:polres tanah laut,penipuan,pencurian,pembunuhan,uang palsu