PELAIHARI POST

Laporan Utama

Warga Desa Tebing Siring Persoalkan Jalan Desa Yang Masih Belum Diperbaiki

Kamis, 24 November 2016, 21:40:22 wita
Warga Desa Tebing Siring Persoalkan Jalan Desa Yang Masih Belum Diperbaiki

Beberapa Tokoh Masyarakat saat berada di lokasi jalan yang rusak di Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kamis (24/11/2016)

PELAIHARI POST 電 Masyarakat dan Tokoh Masyarakat, Kepala Dusun serta perwakilan warga Tebing Siring Kampung ,Tebing Siring Satu dan Tebing Siring Dua melakukan pertemuan di kantor Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kamis (24/11/2016), sekitar pukul 16.00 wita .Tampak hadir Pjs Kepala Desa Tebing Siring Dimyati S,Pd serta mantan Kepala Desa priode 2010 s/d 2015 Mulyadi dan Kepala Dusun Empat Joko Pitoyo. Usai acara pertemuan di kantor Desa Tebing Siring Para tokoh Masyarakat dan Pjs Kepala Desa dan mantan Kepala Desa ini melanjutkan ke lokasi Jalan Rusak di PTPN XIII yang mana sepanjang jalan yang di persoalkan oleh warga Desa Tebing Siring ada sekitar 4 km hingga batas Desa Tebing Siring .

Mulyadi mantan Kepala Desa saat dilokasi Jalan utama PTPN ke XIII, Kamis (24/11/2016), mengatakan kepada Pelaihari Post soal keinginan warga terhadap kondisi jalan yang rusak tersebut. "Seperti ini semenjak adanya PTPN XIII bergerak tanaman sawit pada tahun 2006 sampai tahun 2016 tidak ada perawatan jalan utama ini. Saya selaku mantan kepala Desa Tebing Siring sudah melakukan langkah pengajuan agar jalan ini bisa di hibahkan ke Pemerintah Daerah dan saya sudah mengadakan mediasi yang waktu itu difasilitasi oleh ketua DPRD Tanah Laut A.Yani di Banjar Baru sekitar tahun 2013 hasil dari kesepakatan tersebut ada perbaikan jalan sekitar 2,5 km dan ini sudah terealisasi," ujarnya.

Menurut Mulyadi , tanggal 19 September 2015 yang lalu, ia waktu itu akan mengadakan demo ke PTPN XIII namun saat itu dari unsur Muspika melakukan mediasi terhadap PTPN XIII di rumah makan Kalijo. "Hasil kesepakatan mediasi saat itu baik dari PTPN XIII dan Desa Tebing Siring memohon ke Pemerintah Daerah agar Bupati bisa memfasilati mediasi antara pihak perusahaan PTPN XIII dan Desa Tebing Siring dan akhirnya terjadilah mediasi yang di fasilitasi oleh Bapak Bupati. Ada empat poin kesepakatan saat mediasi dengan Pemerintah Daerah diantaranya: Pihak Pemerintah Daerah akan mengajukan permohonan hibah tanah akses jalan menuju Desa Tebing Siring ke Kementerian BUMN dan kantor pusat PTPN. Poin kedua, manajemen kantor PTPN XIII akan memfasilitasi proses hibah tanah akses jalan menuju Desa Tebing Siring. Poin Ketiga, selama proses hibah PTPN XIII dan perusahaan yang ada di sekitar mengunakan akses jalan tersebut akan melakukan pemeliharaan jalan akses menuju Desa Tebing Siring. Sedangkan poin keempat, selama proses hibah berlangsung kedua belah pihak agar menjaga suasana keamanan ,ketentraman dan ketertiban," ungkapnya.

Menurut Mulyadi, Masyarakat Desa Tebing Siring sudah memenuhi apa hasil dari kesepakatan tersebut dan selama ini sudah cukup bersabar. "Tetapi saat ini masyarakat ini sudah merasa geram sudah tidak ada rasa kesabaran dengan seperti saat ini jalan semakin parah. Kami semua berharap mudah mudahan dari unsur Pemerintah Daerah bisa mendengarkan jeritan masyarakat yang ada di Desa Tebing Siring karena ini satu satunya akses jalan yang bisa ke Pelaihari. Hal ini sudah saya ajukan proposal pihak pemerintah daerah akan menindak lanjuti ke PTPN XIII namun saat ini belum ada titik terang.Kami bukan mengancam setelah ini diekspos kepada pemerintah daerah masyarakat sudah sepakat entah itu dua bulan kedepan kami akan mengadakan demo di PTPN XIII. Ini kan sesuai dengan cita cita presiden Ir Joko widodo Nawacita yang mana program nya harus memperbaiki Infrastruktur," bebernya.

Di tempat yang sama, Pjs Kepala Desa Tebing Siring Dimyati.S.Pd mengatakan kepada Pelaihari Post , bahwa asyarakat Desa Tebing Siring berjumlah 2.300 jiwa lebih dengan mayoritas penduduk sebagai Petani karet dan sawit. "Sampai saat ini kendalanya masalah jalan sepanjang 4 km yang belum pernah diperbaiki karena akses jalan yang ada ini satu satunya jalan yang bisa menopang dan mendorong kemajuan ekonomi hingga saat ini baik angkutan karet dan sawit terkendala dari jalan sehingga akhinya warga petani tidak mendapatkan harga yang layak dikarenakan dari pihak pedagang terkendala dengan jalan biaya transportasinya jadi mahal," tutur Pjs Kades.

Menurut Dimyati .S.Pd, masyarakat berharap ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah atau BUMN. "Tahun kedepanya jalan ini tidak diatasi otomatis pembangunan di Desa Tebing Siring akan macet seperti kelancaran masalah pendidikan warga Desa Tebing Siring sekolah baik SLTP.SLTA banyak yang di Pelaihari seperti musim hujan seperti ini banyak yang tidak sekolah masalahnya kalau sekolah mereka kehujanan dan menyebabkan sakit. Selain itu juga, kendala pendidikan di Desa Tebing Siring karena guru guru baik guru SDN atau SLTP luar di Desa Tebing Siring karena dengan keadaan jalan seperti ini kalau musim hujan walaupun sudahkewajiban negara karena memang jalan rusak dan musim hujan mereka ya otomatis ya tidak masuk satu minggu sekali atau dua kali dikarenakan cauca tidak mengijinkan. Di Desa Tebing Siring sediri ada empat sekolah SDN Tebing Siring 1 ,SDN Tebing Siring 3,SDN Tebing Siring 4 dan SDN Tebing Siring 5 ,empat sekolah SDN dan satunya SLTP 3 Tebing Siring dan untuk guru SLTP 3 tebing siring semua gurunya dari luar," tutur Dimyati .S.Pd. Asb.

Berita terkait  
tag:tebing siring,jalan rusak

Kampung KB Dicanangkan di Desa Tebing Siring
Jum'at, 22 September 2017, 22:08:00 wita