PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Berusia 80 tahun Nenek ini Masih Mampu Berjalan Kaki Lebih dari 10 km Setiap Hari Untuk Berjualan Sapu Lidi

Jum'at, 25 November 2016, 19:33:58 wita
Berusia 80 tahun Nenek ini Masih Mampu Berjalan Kaki Lebih dari 10 km Setiap Hari Untuk Berjualan Sapu Lidi

Nenek Ngadiem saat ditemui Pelaihari Post di Salah Satu Warung di Pasar Rakyat Pelaihari, halaman Gedung Pertasi Kencana Pelaihari, Jum'at (25/11/2016)

PELAIHARI POST 電 Meski sudah berusia 80 tahun Nenek Ngadiem tetap melakukan aktifitas yang berproduktif. Ia masih kuat berjalan legih dari 10 Km setiap hari untuk berjualan sapu lidi. Keberadaan nenek Ngadiem ini sebelumhya sudah ramai di Grup Pelaihari Post sebagaimana diunggap oleh Riyanti Part II. Pelaihari Post pun berhasil menemui Nenek Ngadiem di Salah Satu Warung di Pasar Rakyat Pelaihari, halaman Gedung Pertasi Kencana Jl. A Syairani Pelaihari, Jum'at (25/11/2016). Saat itu ia hendak membeli minuuman.

Nenek Ngadiem yang tinggal di Desa Panggung, dekat dengan SMK Muhamadiyah Pelaihari saat bertemu Pelaihari Post , Jum'at (25/11/2016), mengaku sudah hampir setahun berjualan sapu lidi. Sapul idi ini nenek dibeli dari pengrajin sapu dengan harga per ikat seharga Rp 5 ribu dan dijual Rp 10 ribu. ""Ya kan jalan wajar aja nenek punya untung Rp 5 ribu," kata Nenek Ngadiem

Sebelum berjulan sapu lidi ini nenek Ngadiem pernah berjualan kasur dan bantal yang dikirim dari asal nenek tinggal yaitu di Sragen (Jawa Tengah). "Tapi ya karena macet jualan kasur dan bantal beralih ke jualan sapu lidi. Kalau untuk laku dan tidaknya tergantung rejeki. Kadang bisa jual sehari 100 sapu Lidi dan hari ini bawa 39 ikat sapu Lidi sudah laku 30 ikat," ucapnya.

Biasanya, Kata Nenek Ngadiem, nenek jualan keliling dari mulai rumah di Panggung berjalan ke Pelaihari, ya kepasar, Sarang Halang dan kantor-kantor yang ada di pelaihari hingga sampai berjalan ke arah kampung yang ada di PTPN. "Nenek tidak mau tinggal di rumah menganggur sudah biasa nenek jualan padahal nenek juga punya empat anak dan sekarang ini nenek tinggal sama anak nenek Slamet Riyadi yang kerjanya di Jorong. Kalau tinggal di Tanah Laut nenek sudah lama sudah berkali kalai naik pesawat dan kapal "kata nenek dengan logat jawa yang masih kental/

Di grup Pelaihari Post , postingan dari akun Riyanti Part II soal nenek ini menjadi perhatian. Akun Riyanti Part II merasa dengan ketangguhan nenek Ngadiem ini. Buhannya.... Ayo sama" kita membuka mata dan melihat kebawah sejenak.. Nenek penjual sapu lidi ini rela berjalan kali menjajakan dagangannya demi mencukupi kebutuhannya.. Tubuhnya yg renta tidak mengurangi semangatnya sama sekali... Tolong buhannyalah.... Tukariakan sapu sidin....kdd yg rugi mun kita handak meamal.... InsyaAllah berkah," tulisnya. Asb.

Berita terkait  
tag:nenek,jualan,sapu lidi

Omzet Penjualan Ikan Asin di Tabanio Menurun
Sabtu, 16 Juli 2016, 02:19:42 wita

Selama Ramadlan Jualan Libur, Pulang Ke Jawa
Sabtu, 28 Juni 2014, 00:20:31 wita