PELAIHARI POST

Laporan Utama

Warga Klaim Tanah Galian dari Waduk yang Dibangun Dinas PU Masuk di Lahan Kebun Karetnya

Kamis, 22 Desember 2016, 22:01:13 wita
Warga Klaim Tanah Galian dari Waduk yang Dibangun Dinas PU Masuk di Lahan Kebun Karetnya

Topik, Pemilik Lahan Karet yang berdekatan dengan lokasi dibangunnya waduk, Kamis (22/12/2016)

PELAIHARI POST 電 Warga Kampung Waduk RT 12 Desa Benua Tengah Kecamatan Takisung mengeluhkan dengan adanya tanah galian dari pengerjaan proyek pembikinan waduk Takisung Dua. Tanah galian waduk itu diklaim masuk di lahan kebun karet miliknya hingga merusak tanaman karet . Ada sekitar 20 pohon karet yang hilang tertimbun tanah galian akibat pembangunan waduk tersebut.

Topik saat ditemui di lokasi kebun karet miliknya yang masuk di Desa Benua lawas RT 03 Kecamatan Takisung, Kamis (22/12/16), mengatakan awalnya tidak mengetahuinya."Saya awalnya memang tidak tahu enggak taunya sudah diurug lahan kebun dan karet ini ada sekitar 20 pohon karet dengan luas sekitar 15 meter yang tertimbun tanah, " ucapnya

Menurut Topik, kejadianya sekitar dua bulan yang lalu."Kalau bisa diganti dengan uang saya meminta kepihak terkait dengan adanya ganti rugi kalau di uangkan ya sekitar Rp 1 juta satu pohonya.memang pernah ada pihak kontraktor mau ganti rugi namun tidak sepenuhnya ganti ruginya kalau saya ingin diganti rugi satu pohonya tetap Rp 1 juta dikalikan 20 pohon jadi totalnya Rp 20 juta. Saat masih ada pohon karet ini ada 20 pohon karet ini dalam tiga hari bisa menghasilkan 20 kg soalnya getah karetnya bagus dan usianya pun sudah hampir 30 tahunan," paparnya

Di tempat yang berbeda Kepala Bidang Pengairan Totom Wahyudi.S.ST mengatakan kepada Pelaihari Post saat ditemui di runag kantornya bahwa tahun ini ada kegiatan bidang pengairan pengerjaan waduk Takisung Satu dan Takisung Dua. "jadi keterkaitan dengan adanya pihak warga yang meng Klaim bahwa pekerjaan di waduk dua itu merusak tanaman karet yang pada akhirnya menuntut untuk ganti rugi. Bahwasanya waduk takisung dua tersebut itu punya luasan lahan yang merupakan aset pemerintah waduk satu dan waduk dua tersebut dulunya masuk aset provinsi sekarang dengan adanya peraturan Menteri PU yang baru untuk luasan 1000 ha daerah irigasi diserahkan ke daerah kabupaten sedangkan di waduk Takisung satu dan waduk takisung dua ada petugas kita yang menjaga bendung dan irigasi dan itu dia tau mana batasan batasan Waduk dan mana batasan wilayah Tanah Masyarakat. Perlu kita informasikan di belakang waduk sekitar 50 meter masih masuk daerah kepemilikan waduk yang mana masih masuk dalam aset tanah daerah perlu kita ketahui bersama lahan yang 50 meter dari belakang pintu bendung waduk itu ditanami oleh masyarakat dengan tanaman karet" ujarnya.

Pihaknya, tutur Totom Wahyudi S.ST, sudah memberitahukan bahwa di lokasi itu akan ditimbun tanah hasil galian, maka akan dirobohkan tanaman karetnya yang dirobohkan tanaman karetnya tersebut itu masih tanah masuk milik waduk."Dan ini sudah kita sampaikan bahwa tanaman warga yang mengklaim itu berada di daerah kepemilikan waduk.Bahkan ada sekitar seminggu yang lalu sudah kita lakukan rapat dan ada perwakilan dari masyarakat melalui LSM bahwa pekerjaan di waduk dua katanya merusak tanaman masyarakat. Dan masalah ini sudah kita adakan rapat di RT 20 yang kesimpulanya hasil rapat tanaman karet itu berada di dalam areal waduk dan hasil rapat pihak kontraktor bersedia memberikan Konpensasi namun Konpensasi berdasarkan hasil rapat itu tidak untuk yang menanam pohon karet melainkan itu akan diberikan ke desa dan terserah desa saja konpensasinya mau dikemanakan apakah mau disumbangkan ke Masjid atau untuk kegiatan desa."paparnya. Asb.

Berita terkait  
tag:waduk,benua tengah,karet,pu

Pencanangan Kampung KB di Desa Benua Raya
Kamis, 19 Oktober 2017, 01:55:53 wita

Kampung KB Dicanangkan di Desa Tebing Siring
Jum'at, 22 September 2017, 22:08:00 wita