PELAIHARI POST

Usaha Ekonomi

Wanita ini Mengaku Hasil Menyadap Pohon Karet saat ini Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari

Minggu, 05 Februari 2017, 12:22:53 wita
Wanita ini Mengaku Hasil Menyadap Pohon Karet saat ini Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sina (kanan), Miskinem bersama anaknya (kiri) saat di kebun karet saat melakukan penyadapan, Sabtu (04/02/2017)

PELAIHARI POST 電 Sina warga Desa Gunung Mas Kecamatan Batu Ampar mengaku merasa cukup dengan hasil menyadap karet dengan harga jual sekarang ini untuk keperluan sehari-hari. Harga jual getah karet sekarang ini dianggapnya sudah cukup lumayan. Ia sehari-hari melakukan penyadapan pohon karet di kebun miliknya sendiri. Sementara Miskinem, wanita warga Batu Ampar yang lain, meskipun menyadap pohon kebun karet milik orang lain, dengan cara bagi hasil, tetapi dengan harga saat ini ia mengaku cukup lumayan, bisa untuk kebutuhan sekolah anaknya.

Pada bulan-bulan sekaran ini, petani karet pada terkendala hujan. Tetapi seperti yang dilakukan Sina dan petani umumnya selama ini dengan memberikan air cuka terhadap getah hasil dari sadapan yang sudah berada di suatu tempat. Tetapi agak merasa repot apabila pada saat menyadap saat itujuga turun hujan.

Sina saat ditemui Pelaihari Post di kebunnya saat menyadap pohon karet, Sabtu (04/02/2017), mengatakan justru pada musim hujan ini hasil sadapannya lebih bagus. "Saya kasih air cuka biar tidak encer getahnya dan sekarang ini memasuki musim hujan tapi biarpun musim hujan hasil sadapan karetnya malah bagus ,getahnya malah banyak," ujarnya.

Kalau harga jual getah karet, saat ini menurutnya, sudah lumayan. "Dalam perkilonya bisa Rp 8,5 ribu hingga Rp 9 ribuan. Dengan harga saat ini bisa cukup dan ada lebihnya buat kita.Dalam satu minggu sekali saya nimbang getah karet jadi satu bulan empat kali nimbang getah karet dan seminggunya mendapatkan getah hingga 80Kg sedangkan pohon karet milik saya ada sekitar 400 san batang pohon karet.Dan Harga sekarang bisa lebih cukup buat kebutuhan," tutur Sina

Sedangkan Miskiniem, yang menyadap pohon karet milik kebun orang lain dengan cara bagi hasil pun mengaku cukup lumayan dengan harga jual karet sekarang ini. "Dalam empat kali menimbang selama satu bulan, hasil penjualanya harus bagi hasil dengan yang punya lahan kebun karetnya. Saya kan kuli ngurus kebun karetnya saja kalau lahan kebun karetnya milik orang lain. Untuk pengahasilnya saya dan pemilik lahan karet bagi hasil. Tapi ya lumayan hasilnya cukup buat anak saya sekolah yaitu Dimas," ucapnya yang saat itu dibantu mulung oleh Dimas anaknya Miskinem. Asb.

Berita terkait  
tag:sadap,karet,gunung mas,batu ampar

Sebanyak 42 orang PPS di Kecamatan Batu Ampar Dilantik
Rabu, 08 November 2017, 11:54:55 wita

Anggota DPRD ini Berharap Harga Getah Karet Naik Lagi
Selasa, 27 Desember 2016, 20:49:03 wita

Kapolsek Batu Ampar Jadi Tentor Di Bimbel
Kamis, 15 September 2016, 23:56:28 wita