PELAIHARI POST

Usaha Ekonomi

Lelaki di Taman Tugu Gerobak Sapi ini, Selalu Terjaga Sepanjang Siang dan Malam

Minggu, 12 Februari 2017, 14:44:20 wita
Lelaki di Taman Tugu Gerobak Sapi ini, Selalu Terjaga Sepanjang Siang dan Malam

Pakde Wito penjual minuman dan aneka makanan di Taman Gerobak Sapi Pelaihari

PELAIHARI POST 電 Bila anda habis bepergian dan pulang pada malam yang larut, pada sat itu merasa lelah dan ngantuk,sedangkan posisi perjalanan anda berada di sekitar Gunung Kayangan, anda bisa singgah sejenak minum kopi untuk sekedar mengusir rasa kantuk atau menghilangkan lelah. Karena di sekitar Gunung Kayangan atau tepatnya di Taman Tugu Gerobak Sapi Pelaihari di Jalan A Yani Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari, meski malam sudah beranjak larut, ada saja seorang lelaki yang selalu terjaga. Ia siap melayani anda untuk sekedar minum kopi atau mencicipi berbagai makanan yang disediakan olehnya.

Lelaki itu bernama Wito yang dikenal dengan panggilan Pakde Wito. Sehari-hari berjualan di taman Gerobak Sapi, ia melayani pembeli siang dan malam selama 24 jam. Bila pertama kali bertemu dengannya, wajahnya terlihat sangar. Mungkin ini karena faktor kurang tidur. Tetapi sebenarnya ia ramah dan suka bercengkerama. Aneka minuman mulai kopi sampai kelapa muda disediakannya. Di warung tempat jualannya juga terdapat berbagai makanan ringan dan mie rebus.

Pakde Wito berasal dari Desa Panggung Baru Kecamatan Pelaihari, sebelumnya ia berjualan di sekitar Gunung Kayangan yang tak jauh dari Kantor Kehutanan di seberang jalan dari tempatnya sekarang. "Sebelumnya di seberang, tapi oleh petugas diminta pindah ke sini. Ngumpul katanya. Bagi kami tidak ada masalah. akur saja. Kita disediakan tempat seperti ini tentu sangat senang bisa mencari rejeki. Dari pemerintah juga tidak dimintai biaya. Selama ini pun dari pemerintah tidak ada pungutan apa-apa," ucapnya.

Pakde Wito pun mengaku sudah lama tidak pulang ke rumah karena selama 24 jam berjualan. "Sudah lama nggak pulang ke rumah. Mungkin orang kampung bilang, orang hilang kali ya. Selalu di sini melayani pembeli kapan saja," ujarnya.

Ketika ditanya Pelaihari Post soal tempat tidurnya dimana. Dengan bergurau ia menjawab sudah lupa dengan tempat tidur. "Tidak pernah tidur Mbak, dalam artian mapan tidur. Hanya terkadang waktu duduk tertidur sebentar, sambil menjagai warung. Tapi paling hanya berapa menit, habis itu mak gragak bangun dan segar kembali. Kalau ditanya tempat tidur, kasur, bantal apalagi guling, ya tidak ada. Paling kalau benar-benar ngantuk berat ndlosor saja begitu Mbak dan sesaat kemudian pasti terkesiap karena ada orang atau suara kendaraan. Di sini kan di pinggir jalan, sedangkan suara kendaraan juga tidak stabil kadang kencang suaranya dan mengejutkan. Sedangkan di jalan sendiri tidak ada rambu-rambu lalu lintas yang memperingatkan: harap pelan-pelan ada orang sedang tidur," ucapnya bergurau.

Saat ini, menurut Pakde Wito, di sekitar Taman Gerobak Sapi cukup ramai. Ia pun merasa senang karena pembelinya juga meningkat. "Sepertinya orang suka singgah di Taman ini, mungkin praktis ya. Kalau malam pun pengguna jalan rasanya menjadi nyaman, karena ada kita-kita yang berjualan di sini. kesannya menjadi tidak seram seperti sebelumnya," ujarnya. Yon.

Berita terkait  
tag:taman,gerobak sapi,gunung kayangan

BKPRMI Panyipatan Laksanakan Khataman Massal
Rabu, 18 Oktober 2017, 02:10:09 wita

Kawasan Gunung Kayangan Dijadikan Tempat Penanaman Kedelai
Jum'at, 06 Oktober 2017, 20:16:22 wita

Tempat Wisata Gunung Kayangan Mulai Ramai Dikunjungi
Senin, 26 Juni 2017, 22:24:08 wita

Komunitas Hanphone Djadoel Lakukan Kopdar
Minggu, 05 Februari 2017, 21:41:22 wita