Media
Penegakan Hukum
Kamis, 16 Februari 2017, 00:57:09 wita

Diakui Tanah Miliknya Diserobot Pihak Lain, Warga di Desa Kait-Kait Lapor Ke Polsek Bati-Bati

Share on Google+
Rusmini, Rabu (15/02/2017),  saat menunjukan lahan yang dipersoalkan yang kini sudah dilaporkan ke Polsek Bati-Bati
Rusmini, Rabu (15/02/2017), saat menunjukan lahan yang dipersoalkan yang kini sudah dilaporkan ke Polsek Bati-Bati

PELAIHARI POST 電Empat orang Warga Desa Kait RT 09 RW 02 Kecamatan Bati-Bati yaitu Santo, Rusmini, Suryansah dan Legimin hari ini, Kamis (16/02/2017), mendatangi kantor Polsek Bati Bati. Mereka membawa berkas-berkas yang diperlukan untuk menyampaikan laporan mengenai persoalan tanah yang dimiliki beberapa warga. Sebelumnya mereka juga mendatangi Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Tanah Laut untuk memastikan status tanah mereka. Lokasi wilayah warga Desa Kait-Kait RT 09 RW 02 itu asalnya merupakan Trans PIR PTP saat beroperasinya kegiatan PTPN XXIV/XXV atau yang dikenal dengan Pabrik Gula Pelaihari.

Salah seorang dari mereka, Santo kepada Pelaihari Post mengungkapkan ada sekitar 58 Orang yang memiliki sertifikat dan luas tanah 87 Ha lebih yang terbagi didua kelompok Tani Barokah yang terdiri dari 30 KK dan Kelompok Tani Sumber Mulya.yang terdiri dari 28 KK. "Setekah di cek di Kantor BPN surat sertifikatnya memang asli dan dibenarkan milik kami dan hasil dari BPN sertifikat yang kami miliki ini masih terdaftar," ujar Santo.

Meniurut Santo tanah dari kedua kelompok tani tersebut sejak tahun 1987 sudah di tanami pohon tebu oleh perusahaan PTPN lalu tanah tanah milik kelompok tersebut. "Sejak tahun 2001 PTPN sudah tidak menggarap lagi tanaman tebu. Sejak itu kami yang memiliki Tanah di situ mau manggarapnya kembali namun tanah tanah kami malah banyak diserobot sama orang lain bahkan sebagian sudah ada yang menjualnya," ucapnya.

Setelah kejadian ini pada tahun 2013, menurut Santo, kedua kelompok ini mengurus ke pihak pihak terkait namun sejauh ini tidak ada hasil. "Sekarang kami urus kembali semoga saja ada jalan solusinya bisa diselesaikan," ujarnya.

Dari Pantauan Pelaihari Post saat melihat tanah yang dinyatakan milik kedua kelompok ini sudah ditumbuhi tanaman baik karet maupun sawit. "Batasnya ini dari ujung jalan ini sampai sana dan sekarang sudah banyak ditumbuhi pohon karet dan sawit," ucap Rusmini saat mengantarkan ke lokasi Kebun tersebut. Asb.

Share on Google+
Tag
Penegakan Hukum
eks pabrik gula
tanah
serobot
kait-kait
bati-bati