PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Anggota Tim Penuntut Pendirian Kabupaten Tanah Bumbu ini, Kini Tinggal di Banjarbaru

Jum'at, 17 Februari 2017, 23:47:56 wita
Anggota Tim Penuntut Pendirian Kabupaten Tanah Bumbu ini, Kini Tinggal di Banjarbaru

Imam Soepardi saat menunjukan foto saat bertemu dengan Akbar Tanjung, Jum'at (17/02/2017)

PELAIHARI POST 電 Rina Warga Desa Bumi Jaya Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut ini datang ke Pelaiharipost, Jum'at (17/02/2017), menceritakan terkait persoalan orang tuanya yaitu Imam Soepardi yang merupakan salah satu anggota penuntut Kabupaten Tanah Bumbu. Rina berharap orang tuanya mendapatkan perhatian dari Kabupaten Tanah Bumbu yang mana sudah berjuang di Tim Penuntut Kabupaten tersebut. Rina pun mengajak untuk bertemu langsung orang tuanya yaitu Imam Soepardi (80)dan ibunya Sriasih (75) di Komplek Guntung Paring II Blok O Nomor II Kelurahan Guntung Manggis Kabupaten Banjarbaru.

Sesampai di kediaman Imam Soepardi Pelaiharipost disambut oleh Sriasih lalu masuk kedalam Kamar untuk memberitahu ke Imam Soepardi ada wartawan datang ke rumahnya tidak begitu lama Sriasih dan imam Soepardi keluar kamar sambil menunutun tangan Imam Soepardi menyuruhnya duduk dikursi. Imam Soepardi tampak masih terlihat sehat namun dengan usia nya sekarang jalanpun harus menggunakan tongkat dengan kedua tangan yang gemerar namun masih bisa menceritakan perjalanan hidupnya ketika menjadi Tim Penuntut Kabupaten Tanah Bumbu.

Imam Soepardi kepada Pelaihari Post menuturkan sekarang Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah menjadi salah satu Kabupaten yang sudah maju. "Dulu apa-apa yang masyarakat dapatkan terasa mahal dan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu tidak bisa membangun sejak itu dikarenakan apa yang ia dapatkan terasa mahal.karena termasuk jauh dari wilayah Kota. Anak Anak yang berprestasi pun sering tidak terbawa ke tingkat Nasional dalam segi kegiatan apapun. Sekarang sudah menjadi Kabupaten Tanah Bumbu maka akan lebih banyak yang berprestasi," tuturnya.

Imam Soepardi mengaku sejak menjadi anggota tim penuntut Kabupaten Tanah Bumbu bersama tim pernah menemui Akbar Tanjung di Jakarta bahkan ketemu beberapa kali.

Sriasih Istri Imam Soepardi ini menceritakan awal mulanya suaminya datang ke Tanah Bumbu sekitar tahun 1980 dari Jawa Timur yaitu Kabupaten Malang untuk trans ke Sebamban I di Desa Tri Mulya. Sejak itu suaminy menjadi Kepala Sekolah di SDN Tri Mulya II dan selalu aktif dalam kegiatan kegiatan sosial. Dalam kegiatan Pramuka mendapatkan Ijazah Kewartir Nasional Gerakan Pramuka pada tahun 1989.

Menurut Sriasih pernah ada surat undangan untuk suaminya isi dalam surat tersebut mengundang anggota tim penuntut untuk hadir pemberian penghargaan dihari Tanah Bumbu tahun 2016. "Cuman dalam surat undangan itu tanggalnya tidak ada jadi kami tidak tahu kapan harus menghadirinya .isinya surat undangan masih ingat yang ditulis berupa emas 24 karat dan uang sebesar Rp 10 juta itu saja yang mau dipertanyakan kepada pihak pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu itu pun kalau ada. Sebenarnya kami tidak mengharapkan apa apa sama pihak Pemerintah Karena Perjuangan Suami saya sudah berhasil ya saya bersyukur saja," ungkapnya. Asb.

Berita terkait  
tag:tanah bumbu,pendirian,bum jaya