PELAIHARI POST

Laporan Utama

Dilarang Ambil Limbah Batu Bara, Warga di Lima Desa di Kecamatan Kintap Datangi Kantor Kecamatan

Selasa, 28 Maret 2017, 12:17:06 wita
Dilarang Ambil Limbah Batu Bara, Warga di Lima Desa di Kecamatan Kintap Datangi Kantor Kecamatan

Beberapa warga dari lima Desa di Kecamatan Kintap mendatangi Kantor Kecamatan Kintap, Senin (27/03/2017)

PELAIHARI POST 電 Beberapa warga dari lima Desa di Kecamatan Kintap mendatangi Kantor Kecamatan Kintap, Senin (27/03/2017). Mereka menuntut agar bisa bekerja kembali di areal limbah batu bara di Perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Kintap. Sekitar seminggu ini mereka tidak bisa melaksanakan aktifitas untuk mengambil limbah batu bara karena dilarang oleh pihak perusahaan.

Sahrun, salah satu perwakilan warga mengatakan mendatangi kantor Kecamatan Kintap untuk meminta supaya bisa bekerja kembali. "Pekerjaan oleh warga ini sejak bulan 12 tahun 2016 .Sebagian Warga Desa di Kecamatan Kintap yakni Desa Kintap Lama,Desa Pasir Putih,Desa Kintap Kecil ,Desa Pandansari dan Desa Kintap Pura sedangkan yang bekerja dilimbah batu bara hampir ribuan orang.Namun hal dengan tidak diperbolehkan olah pihak perusahaan saat ini dengan alasan alasan yang belum dimengerti oleh masyarakat. Sudah semingguan warga yang bekerja mengambil limbah batu bara sudah tidak bekerja lagi," ungkapnya.

Menurut Sahrun, Warga ini sebelum bekerja ke limbah batu bara kebanyakan bekerja di perusahaan sawit. "Setelah berhenti di perusahaan sawit warga beralih profesi mencari limbah batu bara dengan cara digali bekas limbahnya dan dimasukan kedalam karung. Sebalumnya tidak ada larangan dari pihak perusahaan namun pada minggu minggu ini pihak perusahan melarang masyarakat untuk mengambil limbah dilokasi tempat tersebut perusahaanya. Kami berharap pekerjaan masyarakat mengambil limbah batu bara bisa dipenuhi dan selama ini pihak warga datang ke kantor Kecamatan Kintap meminta dijembatani oleh pihak kecamatan sementara dari pihak perusahaan tidak ada yang datang ke kantor kecamatan," ucapnya.

Sementara itu Waki Bupati Tanah Laut Drs. H Sukamta .M.AP ketika dikonfirmasi Pelaihari Post mengatakan berharap kepada pihak perusahaan yang mendapatkan izin baik PKB2B dan IUP untuk mengakomodir untuk bisa bekerja kembali walaupun mereka melakukanya dengan cara manual. ""Nanti aturan mainya seperti apa diakomodasi rakyat tanah laut yang memang kebisaanya ada disana supaya apa mereka agar mendapatkan penghasilan dapat rezeki untuk menghidupi keluarganya. Bisa diatur oleh pihak perusahaan supaya tidak membahayakan dan bisa dibicarakan dengan cara baik baik dimana limbah yang sudah tidak bermanfaat itu masih memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan tidak membahayakan kesehatan dan jiwa," harapnya. Asb.

Berita terkait  
tag:kintap,batu bara,sukamta

Ribuan Masyarakat hadiri Kegiatan Kintap Bershalawat
Senin, 25 September 2017, 02:09:03 wita

Hasil Tes Bakal Calon Pilkades Muara Kintap Diprotes
Selasa, 12 September 2017, 00:36:06 wita