PELAIHARI POST

Parlementaria

Terkait Penggusuran Kebun Warga di Desa Ambawang Warga Datangi DPRD, Siap Mati demi Hak dan Keadilan

Rabu, 03 Mei 2017, 18:21:59 wita
Terkait Penggusuran Kebun Warga di Desa Ambawang Warga Datangi DPRD, Siap Mati demi Hak dan Keadilan

Warga di Desa Ambawang Unjuk Rasa di depan Gedung DPRD terkait Penggusuran Kebun Warga, Rabu (03/05/2017)

PELAIHARI POST 電 Kami Siap MATI demi Hak dan Keadilan. Itulah salah satu isi tulisan spanduk yang diusung oleh warga di Desa Ambawang yang melaksanakan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Tanah Laut, Rabu (03/05/2017). Spanduk ini berlatarbelakang warna merah dan putih, di sisi kiri dan kanannya terdapat kayu penyangga yang terdapat masing-masing Bendera Merah Putih. Mereka menyampaikan aspirasi adanya sengketa lahan warga dengan perusahaan. Hal ini sebelumnya telah muncul peristiwa penggusuran yang dilakukan terhadap kebun warga pada Jum'at (28/04/2017) yang lalu .

Warga di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampat Kabupaten Tanah Laut baik laki-laki maupun perempuan ambil bagian dalam aksi unjuk rasa ini. Kegiatan ini dikawal aparat dari Polres Tanah Laut dan Satpol PP Kabupaten Tanah Laut. Warga pun menyampaikan aspirasi mereka terkait tindakan penggusuran terhadap kebun mereka. Warga pun menginginkan kenyamanan dalam bekerja. Mereka meminta Pembatalan HGU terhadap perusahaan.

Atas aksi unjuk rasa yang dilakukan warga ini, DPRD Kabupaten Tanah Laut melakukan mediasi di ruang rapat paripurna. Rapat Mediasi dihadiri perwakilan warga Kepala Desa Ambawang, Pihak DPRD Tanah Laut, Kapolres Tanah Laut, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Camat Batu Ampar dan pihak Perangkat Daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut Ahmad Yani dalam mediasi itu menyampaikan kesimpulan bahwa dalam tempo sengikat persoalan ini akan diselesaikan dan pihaknya menyerahkan ke Pemerintah Daerah unruk melakukan penyelesain ini dan akan melakukan pembentukan Tim. "Kami memohon kepada warga dalam aksinya agar tenang. Mari menjaga suasana supaya kondusif," ucapnya

Sementara itu, Camat Batu Ampar Andi Mashabi mengatakan terkait HGU yang ada diwilayan Desa Ambawang sudah sejak tahun 1995."Akan tetapi pihak warga sudah mengelola lahan tersebut sebelum tahun 1995 dan lahan HGU yang ada masuk di wilayah Kecamatan Batu Ampar terbagi tiga Desa Ambawang Desa Batalang dan Desa Jilatan ada 1164 ha," ungkapnya.

Setelah selesai Rapat Mediasi yang digelar DPRD Kabupaten Tanah Laut, Warga Desa Ambawang pun membubarkan diri dengan tenang komvoi berjalan kaki menuju lapangan Pertasi Kencana yang mana kendaraan yang mereka bawa diparkir dilapangan Pertasi kencana.

SEbelumnya untuk menindaklanjuti Permasalahan Lahan Warga di Desa Ambawang ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut telah melakukan Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Ruang Barakat Lantai II Kantor Bupati Tanah Laut, Selasa (02/05/2017). Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan warga, perwakilan dari PT SSA, Kepala Desa Ambawang, Camat Batu Ampar, Polsek Batu Ampar dan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Asb.

Berita terkait  
tag:karet,petani,demo,gusur,rapat,dprd

Anggota DPRD Tanah Laut dari PPP Dilaksanakan Proses PAW
Kamis, 07 Desember 2017, 22:20:48 wita

Kawasan Gunung Kayangan Dijadikan Tempat Penanaman Kedelai
Jum'at, 06 Oktober 2017, 20:16:22 wita

Abdi Rahman Akhirnya Di-PAW dari Wakil Ketua DPRD Tanah Laut
Senin, 11 September 2017, 23:03:04 wita