Pemerintahan
Pembangunan
Senin, 15 Mei 2017, 21:18:11 wita

Pihak BLH Pernah Berikan Arahan terhadap Perusahaan Pengepakan Rajungan Agar Tidak Membuang Limbah di Perairan Umum

Share on Google+
Kepala  Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ir. Riyadi, MA.Cd
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ir. Riyadi, MA.Cd

PELAIHARI POST 電Pemerintah Kabupaten Tanah Laut telah mengirim surat kepada Perusahaan Pengepakan Rajungan yang berada di Jalan Mufakat RT 10 RW 04 Kelurahan Angsau Kecamatan Pelaihari untuk melakukan penutupan permanen kegiatan perusahaan. Terhitung sejak tanggal 5 Mei 2017 perusahaan diminta untuk menghentikan aktifitas produksi penutupan kegiatan pabrik dan kegiatan lain yang berkaitan dengan produksi. Hal ini karena keberadaannya tidak sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Laut Nomor 36 Tahun 2006 tentang RTRW Kabupaten Tanah Laut. Sebelumnya Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tanah Laut yang sekarang menjadi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup memberikan arahan agar tidak membuahg limbah di perairan umum

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ir. Riyadi, MA.Cd mengatakan perusaahan yang ada di Kelurahan Angsau tersebut tidak sesuai dengan tata ruang yang mana jika terjadi didiamkan maka akan terjadi pelanggaran ke Pihak Pemda. "Berkaitan dengan lingkungan yang mempunyai teknologi nya. Kita berikan arahan ke pihak perusahaan agar jangan membung limbahnya itu ke perairan umum yang nantinya bisa mempengaruhi masyarakat "Katanya Usai rapat di Ruang Barakat Lantai II dalam agenda pembahasan AMDAL Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin)

Menurut Ir. Riyadi, MA.Cd, mereka harus menyediakan kolam pengendapan nantinya mereka olah airnya setelah layak boleh mereka salurkan ke pembuangan atau dipakai kembali. "Intinya dalam hal ini perusahaan tidak sesuai dengan tata ruang untuk hasil uji Laboratorium masih dalam baku mutu karena airnya sedang di olah Dikarenakan limbah tersebut membuangnya ke umum sudah menyalahi aturan," tegasnya. Asb.

Share on Google+
Tag
rajungan
perusahan
angsau
jalan mufakat
limbah