PELAIHARI POST

Peristiwa

Pemilik Warung ini Pertama Kali Menemukan Korban Tergeletak di Lantai Tempat Cucian

Rabu, 24 Mei 2017, 23:37:03 wita
Pemilik Warung ini Pertama Kali Menemukan Korban Tergeletak di Lantai Tempat Cucian

Ani, Pemilik Warung yang juga tetangga korban, Rabu (24/05/2017)

PELAIHARI POST 電 Pemilik Warung, Ani pertama kali melihat korban kekerasan dalam rumah tangga dunia tergeletak di lantai tempat cucian. Ia mengetahui hal ini setelah sebelumnya anak korban memberitahukan kepadanya kondisi ibunya. Ia pun bergegas mendatangi rumah korban korban dan mengetahui keadaan korban yang sudah tergeletak di lantai.

Kepada Pelaihari Post , Ani pemilik warung dan juga masih bertetangga dengan korban ini, Rabu (24/05/2017), menuturkan korban yaitu Arbainah bersama suaminya yaitu Aini sempat ada di warung miliknya untuk meminum es. Karena suaminya merasa lapar, lalu Arbainah membeli tiga butir telur ayam, setelah itu lalu pulang kerumahnya.

Setelah Arbainah pulang ke rumah, Suaminya yaitu Aini masih tetap berada di warung. Aini sempat menanyakan kepada pemilik warung:"Adalah ding, meilihat Ratu?". Pemilik warung menjawab: "Tidak Melihat". Setelah itu Aini pulang ke rumahnya.

Tidak lama kemudian, pemilik warung ini, tuturnya, dipanggil oleh Arbainah yang paling kecil dari depan rumah Arbainah: "Cil mama rabah, kepalanya berdarah". Lalu pemilik warung ini mendatangi rumah Arbainah. Setelah di dalam rumah, saat di dapur, kompor masih menyala dan telur yang dimasak tercium bau gosong. "Saya sempat membalikan telur dan mematikan kompornya. Saat saya berpaling ke pelataran tempat cucian di sebelah dapur, melihat Arbainah tergeletak di lantai. Lalu saya minta tolong dan saat itu sudah banyak orang berdatangan dan masuk ke rumah Arbainah," tutur Ani Pemilik warung ini.

Sementara itu, Jasman, adik korban kepada Pelaihari Post , Rabu (24/05/2017), kakaknya yaitu Arbainah ditemukan meninggal di tempat cucian. Ia berharap agar pelakunya diproses hukum dan dihukum berat.

Marini, anak pertama Arbainah, menuturkan bahwa sebelum kejadian yang membuat ibunya meninggal ini, hubungan kedua orang tuanya diketahuinya baik-baik saja dan tidak melihat ada pertengkaran di keluarganya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Arbainah (37 ) Warga Desa Bawah Layung RT 01 Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut meninggal dunia. Jenazahnya pun hari ini, Selasa (23/05/2017), dilakukan visum di Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari. Hasil pemeriksaan sementara ada pukulan dengan menggunakan kayu di bagian kepala akibat cekcok dalam rumah tangga dan pelakunya diduga adalah suaminya sendiri yaitu Aini (37).

Tempat kejadian perkara ini di Rumah Arbainah di Desa Tambak Karya RT 01 Kecamatan Kurau. Sedangkan dalam identitas kependudukan, KTP, yang dimilikinya, Arbainah sendiri Warga Desa Bawah Layung RT 01 Kecamatan Kurau (tempat domisili ia sebelumnya dan orang tuannya saat ini). Asb


Berita terkait  
tag:pembunuhan,kdrt,meninggal,warung

Lelaki ini Ditemukan Bersimbah Darah di Mess Perusahaan
Minggu, 19 Agustus 2018, 01:57:38 wita

Tokoh Pendidikan Tanah Laut Hasbullah Mahlan Berpulang
Selasa, 23 Januari 2018, 14:52:18 wita

Mobil Carry Bermuatan Sayuran Seruduk Warung Milik Atul
Senin, 08 Januari 2018, 00:36:44 wita

Warga Desa Batakan Ditemukan Meninggal di Sungai
Jum'at, 22 Desember 2017, 09:52:09 wita